Jember – “Pesta rakyat” di lintasan sepanjang 30 kilometer bakal mewarnai Kabupaten Jember saat Tajemtra 2026 digelar pada Sabtu (5/9/2026). Ajang jalan kaki tahunan yang telah menjadi salah satu ikon olahraga Jember itu mencatat sejarah baru setelah jumlah pesertanya menembus 26.000 orang, tertinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan tersebut.
Tajemtra 2026 akan membawa puluhan ribu peserta menyusuri rute Tanggul hingga Jember. Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi masyarakat, kegiatan tersebut diarahkan sebagai bagian dari sport tourism yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan pengamanan, rekayasa lalu lintas, fasilitas kesehatan, serta hiburan berupa penampilan puluhan grup drumband.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, menyebut jumlah peserta tahun ini melampaui catatan penyelenggaraan sebelumnya. Dalam edisi-edisi terdahulu, jumlah peserta disebut belum pernah melewati angka 20 ribu orang.
“2026 ini Tajemtra dengan peserta terbanyak, pecah rekor. Sebelum-sebelumnya belum ada yang di atas 20.000. Untuk tahun 2026 ini sudah mencapai 26.000,” ujar Regar.
Lonjakan jumlah peserta menjadi gambaran kuatnya daya tarik Tajemtra bagi masyarakat. Pemerintah daerah melihat momentum berkumpulnya puluhan ribu orang tersebut bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga peluang memperbesar perputaran ekonomi, terutama bagi pedagang, pelaku UMKM, penyedia transportasi, hingga sektor jasa.
“Ini merupakan salah satu sport tourism. Harapan kami ini juga bisa berdampak kepada perekonomian di Jember. Ketika banyak orang berkumpul, banyak orang bertransaksi, harapan ke depan pertumbuhan ekonomi di Jember bisa semakin baik dan meningkat,” katanya.
Besarnya jumlah peserta membuat aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas mendapat perhatian khusus. Pemkab Jember bersama kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait telah menyiapkan skema pengamanan dan pengalihan arus kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Polres Jember disebut menyiagakan sekitar 500 personel. Kekuatan Satpol PP juga akan diterjunkan untuk menjaga sejumlah titik, baik di jalur utama Tanggul-Jember maupun ruas-ruas yang digunakan sebagai jalur pengalihan kendaraan.
“Kita akan tutup total dan nanti pembukaannya pun akan bertahap. Ketika rombongan sudah selesai dari Tanggul, maka Tanggul akan dibuka. Jadi tidak menunggu Tajemtra selesai semua baru dibuka,” jelasnya.
Pola pembukaan jalan secara bertahap itu diterapkan agar mobilitas masyarakat tetap dapat dipulihkan seiring bergesernya rombongan peserta. Selama peserta masih melintasi suatu kawasan, jalur Tajemtra diupayakan steril dari kendaraan bermotor demi menjamin keselamatan pejalan kaki.
Dukungan kesehatan juga disiapkan dalam skala besar. Sebanyak 50 unit ambulans akan ditempatkan untuk mengantisipasi peserta yang membutuhkan pertolongan selama menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer. Mobil home care turut disiapkan, sedangkan Palang Merah Indonesia dilibatkan dalam pelayanan kesehatan di lapangan.
“Tidak usah khawatir, insyaallah semuanya sudah kita siapkan. Teman-teman PMI juga turut berpartisipasi di lapangan,” ungkap Regar.
Tajemtra tahun ini juga menawarkan suasana berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 29 grup drumband akan tampil di sejumlah titik sepanjang rute. Kehadiran puluhan kelompok tersebut disebut menjadi inovasi baru setelah Tajemtra berlangsung hampir lima dekade sejak 1977.
Konsep penampilan drumband dibuat menyerupai estafet. Setiap kelompok akan melanjutkan rangkaian hiburan dari titik satu ke titik berikutnya dengan simbol penyerahan bendera, sehingga peserta tetap memperoleh suguhan sepanjang perjalanan.
“Ini sesuatu yang baru di Tajemtra. Mulai tahun 1977 sampai sekarang, 49 tahun, ini sesuatu yang baru dengan pelibatan drumband. Kita libatkan 29 grup drumband,” kata Regar.
“Harapan kami ini juga bisa menarik animo masyarakat dan sebagai ajang rekreasi,” imbuhnya.
Selain mengajak masyarakat menyaksikan kemeriahan Tajemtra, pemerintah juga mengingatkan peserta maupun penonton untuk menjaga taman, fasilitas umum, dan aset daerah di sepanjang lintasan. Fasilitas tersebut dinilai sebagai milik bersama yang harus tetap terpelihara meski kawasan dilalui puluhan ribu orang.
Dengan rekor 26 ribu peserta, pengamanan berlapis, puluhan ambulans, serta parade 29 grup drumband, Tajemtra 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar perjalanan kaki Tanggul-Jember. Ajang tersebut diharapkan menjelma sebagai pesta olahraga dan rekreasi yang sekaligus memperkuat denyut ekonomi masyarakat Jember. (ADV).
