Mojokerto – Semangat kebersamaan berpadu dengan irama musik dan gerakan tubuh yang energik mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Mojokerto. Warga Kelurahan Prajurit Kulon memadati kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Sabtu (13/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Senam Bersama yang diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Mengusung tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram, kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan hari jadi Kota Mojokerto. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti senam yang semakin meriah dengan adanya beragam hadiah, termasuk hadiah utama berupa seekor kambing. Acara ini juga dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang memberikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung gaya hidup sehat.
Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas merupakan program nasional yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita bersyukur akhir pekan ini masih diberikan nikmat sehat sehingga bisa melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram bersama masyarakat Kelurahan Prajurit Kulon. Germas adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk aktif bergerak demi menjaga kesehatan,” tuturnya.
Menurut Ning Ita, perkembangan teknologi saat ini sering kali membuat masyarakat semakin pasif karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Meski demikian, ia mengaku bangga melihat warga Prajurit Kulon yang tetap memiliki semangat tinggi untuk berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh.
“Kita tahu saat ini gadget menjadi salah satu alasan besar masyarakat untuk mager. Tetapi saya bersyukur masyarakat Prajurit Kulon tetap aktif bergerak, rajin mengikuti senam, dan menjaga kebugaran. Ini luar biasa,” katanya.
Kemeriahan kegiatan juga terlihat dari kreativitas para peserta yang mengenakan berbagai jenis busana. Tidak sedikit warga yang mengikuti senam dengan pakaian tradisional maupun busana sehari-hari. Bagi Ning Ita, hal tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan tanpa harus menggunakan perlengkapan olahraga khusus.
“Sekarang olahraga tidak harus dengan pakaian olahraga. Pakai jarik, pakai kebaya pun tetap bisa aktif bergerak. Yang terpenting adalah kemauan untuk sehat dan terus bergerak,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa budaya hidup sehat perlu menjadi kebiasaan masyarakat. Menurutnya, olahraga ringan yang dilakukan secara rutin sudah cukup memberikan manfaat besar bagi kesehatan, tanpa harus melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.
“Olahraga tidak harus yang berat. Tidak harus lari 5 kilometer atau bersepeda puluhan kilometer. Gerakan stretching dan kardio ringan yang dilakukan secara rutin sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.
Ning Ita juga mengajak masyarakat untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini agar dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.
“Salam sehat untuk Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108. Semoga masyarakatnya sehat, kotanya maju, semuanya berkah dan bahagia,” pungkasnya.
Melalui kegiatan senam bersama tersebut, peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto tidak hanya menjadi ajang hiburan dan mempererat kebersamaan warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
