Jakarta – “Asap tak selalu berasal dari api kecil.” Ungkapan itu seakan menggambarkan memanasnya situasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), ketika puluhan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi gedung lembaga tersebut untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi unjuk rasa berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026). Para peserta aksi yang berasal dari sejumlah mitra penyedia layanan MBG menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan program, mulai dari persoalan teknis hingga tuntutan peningkatan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Massa juga mendesak dilakukan audit terhadap program MBG agar pelaksanaannya dapat dievaluasi secara menyeluruh.
“Kami meminta audit terhadap program MBG dan evaluasi atas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu perwakilan peserta aksi.
Dalam demonstrasi tersebut, massa sempat melakukan aksi simbolis dengan memasang segel di area kantor BGN sebagai bentuk kekecewaan terhadap respons yang dinilai belum memuaskan. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Tidak hanya para demonstran, sejumlah pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi turut memberikan respons spontan. Beberapa di antaranya membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi yang sedang disampaikan oleh para peserta unjuk rasa.
Para mitra SPPG menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada tata kelola yang transparan dan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pihak pelaksana di lapangan. Mereka berharap berbagai persoalan yang muncul dapat segera ditangani sehingga tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dalam implementasinya, program tersebut melibatkan berbagai mitra penyedia layanan yang tersebar di sejumlah daerah.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program berskala nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh tata kelola yang akuntabel serta koordinasi yang solid antara seluruh pihak yang terlibat.
