Sangatta – Penyusunan pedoman strategis pembangunan kependudukan di Kutai Timur resmi memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Seminar Hasil Akhir Naskah Akademik Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) berbasis lima pilar pada Senin (17/11/2024) lalu, bertempat di Aula Kantor DPPKB.
Acara ini dibuka oleh Plt. Sekretaris DPPKB Kutim, BB Partomuan, mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa grand design ini akan menjadi dokumen strategis jangka panjang yang mampu menyinergikan arah kebijakan pembangunan lintas sektor.
“Grand Design ini kelak akan menjadi kompas dalam menyelaraskan seluruh kebijakan pembangunan, memastikan setiap sektor dapat berkontribusi secara efektif dan berkelanjutan bagi kualitas hidup penduduk,” ucap Partomuan di hadapan para peserta seminar.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menyatukan pemahaman dan koordinasi antara para pemangku kepentingan di berbagai sektor. Seminar juga berperan sebagai wadah validasi dan finalisasi naskah akademik agar dokumen tersebut dapat dijadikan rujukan kebijakan yang menyeluruh dan terintegrasi.
Dua narasumber ahli dihadirkan untuk memperkaya pembahasan. Dr. Rosmini selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, memberikan paparan dari sisi regulasi dan dukungan hukum terhadap implementasi GDPK.
Dalam sesi terpisah, Dr. Diana Lestari, S.E., M.Si., dari Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Kalimantan Timur, membedah aspek teknis dan tantangan kebijakan kependudukan yang berbasis pada lima pilar utama.
Kedua narasumber menekankan bahwa desain besar pembangunan kependudukan ini harus mampu menjawab isu-isu strategis daerah, termasuk ketimpangan demografi, kualitas SDM, serta distribusi layanan dasar yang adil dan merata.
Setelah melalui serangkaian diskusi, analisis, dan konsultasi publik, naskah akademik GDPK kini memasuki tahap finalisasi. Dokumen tersebut tinggal menunggu pengesahan agar segera bisa diimplementasikan sebagai dasar kebijakan jangka panjang yang berwawasan kependudukan di Kutai Timur dan sekitarnya. (ADV).
