Mojokerto – Upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan dasar kembali diwujudkan melalui proyek revitalisasi SDN Blooto, Kota Mojokerto. Dengan suntikan dana dari APBN Tahun 2025 sebesar Rp638.852.580, revitalisasi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan kualitas belajar-mengajar yang lebih optimal.
Proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan masa pengerjaan 100 hari kalender terhitung sejak 20 Agustus hingga 1 Desember 2025. Fokus revitalisasi meliputi perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kualitas ruang belajar, serta penyediaan fasilitas pendukung yang lebih memadai bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Pembangunan revitalisasi di SDN Blooto sangat bermanfaat bagi murid, guru, dan generasi pelajar yang akan datang. Fasilitas yang lebih baik tentu akan menunjang proses belajar mengajar menjadi lebih efektif,” ujar Simon, pelaksana proyek, pada Rabu (15/10).
Kehadiran program ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Mereka menilai proyek revitalisasi bukan hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan inspiratif.
Kepala SDN Blooto menyatakan bahwa fasilitas baru ini dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa serta memperkuat kolaborasi antar tenaga pengajar. Tak hanya itu, lingkungan yang tertata dan bersih juga dipercaya mampu mendorong perkembangan karakter positif pada anak-anak.
Program revitalisasi satuan pendidikan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam menjawab tantangan mutu pendidikan dasar di berbagai wilayah Indonesia, khususnya dalam menyediakan sarana pendidikan yang layak dan merata. Kota Mojokerto pun menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tersebut tahun ini.
Dengan berjalannya revitalisasi ini, SDN Blooto diharapkan dapat menjadi rujukan sekolah dasar yang unggul di tingkat kota. Ke depan, program serupa juga diharapkan menyasar sekolah-sekolah lain di wilayah Mojokerto dan sekitarnya yang memerlukan perbaikan infrastruktur dan peningkatan fasilitas belajar.
