Pegunungan Bintang – Di tengah sejuknya udara pegunungan, semangat membangun masa depan bergema dari sebuah pertemuan di Kantor Distrik Okbibab. Tak sekadar silaturahmi, kegiatan komunikasi sosial ini menjadi ruang terbuka untuk merancang masa depan ekonomi berbasis potensi lokal.
Personel Pos Okbibab Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 753/AVT menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) pada Selasa (22/07/2025) bersama aparat dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan bertajuk “Komsos Merah Putih” ini bertujuan mempererat hubungan dan mendorong kolaborasi untuk memajukan Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Sekretaris Distrik Wilian, Ketua Paroki Yulius Urapmabin, Ketua LMA Primus Urapmabin, serta kepala kampung dari Abmisibil dan Manunggal, dibahas upaya strategis mengembangkan sektor kebun kopi sebagai sumber penghidupan warga.
“Komunikasi ini kami gelar untuk mengajak masyarakat berkembang menjadi lebih baik, memanfaatkan potensi alam yang ada untuk kemajuan distrik. TNI harus selalu hadir sebagai pendukung dan pembantu masyarakat dalam mencapai kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujar Danpos Okbibab, Lettu Inf Supriyono.
Diskusi berjalan dinamis, membahas penguatan sektor pertanian kopi yang selama ini belum tergarap maksimal. Para tokoh sepakat bahwa potensi kopi di Okbibab bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga identitas budaya yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Bapak Wilian menyampaikan apresiasi terhadap TNI atas dorongan dan dukungannya dalam program ini. Menurutnya, inisiatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi kampung.
“Kami aparatur pemerintah Distrik Okbibab beserta seluruh masyarakat berharap kegiatan yang kita rancang hari ini dapat berjalan lancar kedepannya. Kemudian terima kasih untuk Satgas Yonif 753/AVT sudah bantu kami untuk merencanakan dan mendukung kegiatan di kebun kopi itu,” kata Wilian.
Kegiatan ini menjadi titik awal sinergi antara aparat, masyarakat, dan TNI dalam mendorong pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan. Dengan dukungan lintas sektor, pemanfaatan kebun kopi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta anggaran pendapatan distrik ke depan.
