Tasikmalaya – Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Halaqoh 1000 Da’iyah dan Peringatan Hari Ibu PC Muslimat NU Kab. Tasikmalaya dengan Tema “Penguatan Aswaja untuk meningkatkan Peran Muslimat NU dalam Membangun Peradaban”. Acara ini bertempat di Aula KH. Ruhiat Pondok Pesantren Cipasung, pada Minggu (3/12/2023).
Ketua Syuriah PCNU Bapak. KH. Ubaidillah Ruhiat, BA memimpin doa dalam pembukaan acara ini.
Kemudian, Ketua PC Muslimat NU Kab. Tasikmalaya Ibu. Hj. Neng Madinah Ruhiat mengungkapkan bahwa pelaksanaan halaqoh ini sekaligus memperingati hari ibu mulai dari Desa, Kecamatan hingga Kabupaten. Maka dari itu, acara tersebut bertajuk ‘Halaqoh 1000 Da’iyah’.
“Dari 39 wilayah, dibagi 7 wilayah pembinaan baru 5 yang terealisasi dan untuk wilayah 6 dan 7 akan dilaksanakan pada bulan Desember,” Ungkap Ketua PC Muslimat NU Kab. Tasikmalaya Hj. Neng Madinah Ruhiyat.
Amalan Harus Punya Dasar Agar Tidak Mudah Terprovokasi
Neng Madinah juga mengungkapkan harapan nya untuk PC Muslimat NU Tasikmalaya untuk bisa terus bergerak maju menuju peradaban dari pengetahuan umum, agama, kebangsaan. Agar hidup ada dalam kedamaian dan keberagaman.
Selain itu, Ketua PCNU Kab Tasikmalaya Bapak. Drs. K.H. Atam Rusytam Hazim, M.Si pun turut hadir dalam acara ini.
“Memperluas makna aswaja karena seakan aswaja milik Cipasung. Setidaknya ketika mengamalkan amalan punya dasarnya. Sehingga apapun yang dilakukan tidak boleh terprovokasi dengan hal negatif,” ungkapnya.
Selain itu, Bapak Bupati Kab Tasikmalaya Ade Sugianto S. IP diwakili Pak H. Muhammad Zein.
“Terus bangun Kab Tasikmalaya dan Indonesia. Bukan hanya dilihat dari baju tapi arti kekokohan Ahlusunah waljamaah dibaliknya. Karena sehebat apapun upaya Pemerintah jika tidak langsung bersambut dengan masyarakat maka tidak akan terwujud,” ungkapnya
Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. R. Ella Giri Komala, M. Pd. Ia datang bersama Dr. Mumu Mulyatid dan Hj. Mimin dari Bandung.
“Inti Halaqoh ialah untuk memperkuat wawasan para da’iyah dalam hal keaswajaan. Dalam rangka ibadah punya pijakan tersendiri dengan faham ahlusunah wal jamaah, kemuliaan Islam, kehormatan Islam, kekuatan Islam, kabanggaan Islam”. Ungkap Ella Giri Komala.
Imam AlGhozali Inspirasi NU Dalam Pembentukan Karakter
Ia juga mengatakan bahwa faham ahlusunnah waljamaah, yang dipegang oleh Nahdlatul Ulama (NU), mencakup akidah, fiqih, dan akhlak. Dalam hal akidah, NU mendasarkan keyakinannya pada ajaran Nabi Muhammad, Abu Hasan Al Asy’ari, Abu Mansyur Almaturidi, dan KH Hasyim Asyari.
Selain itu, Fiqih dalam NU didasarkan pada pandangan imam Syafi’i dan empat imam mazhab lainnya, sebagai landasan hukum dan tata cara dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Adapun dalam hal akhlak, NU mengambil inspirasi dari ajaran imam Al Ghozali untuk membentuk karakter muslim yang baik dan berakhlak mulia.
Sementara itu, NU memiliki tiga pilar utama yang menggambarkan faham ahlusunnah waljamaah, yaitu Fikroh An Nahdiyah, Amaliyah An Nahdiyah, dan Harokah An Nahdiyah. Fikroh An Nahdiyah mencakup pokok pikiran khusus yang menjadi landasan pemikiran NU. Amaliyah An Nahdiyah berfokus pada pelaksanaan ajaran dan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aspek ibadah, sosial, dan pendidikan.
Kemudian, Harokah An Nahdiyah mencakup gerakan dalam bidang ekonomi dan pembangunan ekonomi umat. NU berusaha mendorong pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Dengan demikian, NU tidak hanya berperan dalam pengembangan aspek keagamaan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi umat.
“Dengan hikmah memperingati hari ibu bagi muslimat semoga menjadi perempuan tiang Negara, jika perempuan soleh maka baiklah Negara kita, jika rusak maka rusaklah Negara,” Pungkas Ella Giri Komala.
