Samarinda – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik hadiri secara virtual Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2023 yang di gelar Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (Puslatbang KDOD) LAN RI Samarinda, Kamis (5/10/2023).
Pelepasan peserta PKN dilakukan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Prof Adi Suryanto di Ruang Auditorium Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda, yang turut dihadiri Kepala Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda Dr Muhammad Aswad.
Pj Gubernur Akmal Malik mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada peserta PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2023 yang telah menyelesaikan pelatihan selama kurang lebih 4 bulan terakhir, atau dimulai pada 25 Mei 2023.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan ini. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan saya bangga melihat semangat, dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan selama proses pelatihan ini,” kata Akmal Malik.
Akmal mengatakan pelatihan kepemimpinan nasional merupakan salah satu wadah penting dalam mengembangkan potensi kepemimpinan para kader terbaik bangsa. Dan memberikan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang tangguh dan berkualitas.
“Kepemimpinan adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan kebijaksanaan, integritas, dan kemampuan melayani masyarakat dengan baik. Tugas-tugas yang dihadapi para pemimpin di masa depan akan semakin kompleks dan menantang, termasuk di Kalimantan Timur ini yang berkembang pesat. Apalagi bagi Kaltim ke depan dengan hadirnya IKN akan menghadapi bonus tantangan yang tidak sedikit,” ujarnya.
Sebagai Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan dirinya mendapat pesan khusus dari Mensesneg, yang mengingatkan tugas ke depan cukup berat. Dimana Kaltim sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara, agar tidak terjadi disparitas pembangunan antara wilayah Otorita IKN (OIKN) dengan wilayah sekitarnya.
“Kaltim dan provinsi lainnya di sekitar IKN harus berkolaborasi dan mampu beriringan membangun daerahnya. OIKN tidak boleh bertumbuh sendiri, harus tumbuh secara bersama dengan daerah lainnya. Disinilah dibutuhkan pemimpin yang paham peran masing-masing. Jadi, dalam PKN selanjutnya harus ada tambahan frekuensi materi terkait peran dan kontribusi para pemimpin dalam pengembangan IKN,” pungkasnya.
