Jakarta – Langkah rombongan wartawan dari Kabupaten Solok memasuki kawasan perkantoran pusat pemerintahan ibarat perjalanan menuju jantung literasi informasi Indonesia. Dalam Orientasi Lapangan (OL) yang berlangsung [9–13 November 2025], mereka disambut hangat oleh jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI serta Dewan Pers. “Pers harus selalu lapar akan ilmu,” demikian ungkapan seorang peserta yang menggambarkan suasana penuh antusiasme pada agenda itu.
Kegiatan OL ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok. Rombongan berangkat secara resmi dari Kompleks Islamic Center Koto Baru pada Minggu (9/11/2025), dilepas oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra. Menggunakan dua bus pariwisata FAA Jaya Wisata Selayo dan satu mobil dinas Pemkab Solok, perjalanan darat tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan solidaritas wartawan.
Dalam sambutannya saat melepas keberangkatan, Wabup Candra menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan formal.
“Pers adalah salah satu mitra paling strategis pemerintah. Dengan wawasan yang lebih luas, kita berharap teman-teman wartawan mampu menghasilkan pemberitaan yang lebih kuat, lebih kritis, namun tetap konstruktif,” ujarnya.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Safriwal, didampingi Kabid IKP Debby Lareta dan jajaran lainnya. Berbagai organisasi pers di Kabupaten Solok turut berpartisipasi, mulai dari PWI, FORWAS, MOI, FKWAS, IJTS, hingga perwakilan jurnalis media daring. Kehadiran beragam organisasi ini menunjukkan kuatnya ekosistem jurnalistik di Solok dan tekad bersama untuk meningkatkan profesionalitas.
Suasana perjalanan Solok–Jakarta tak pernah hambar. Tawa, canda, dan nyanyian mengisi hampir seluruh perjalanan, menciptakan kebersamaan yang hangat. Ada penyanyi dadakan, pelantun lagu Minang yang syahdu, hingga penghobi pop yang tak mau kalah. Namun di balik suasana riang, seluruh peserta membawa tekad kuat untuk menyerap wawasan baru dari pusat.
Dalam sesi diskusi di Komdigi RI, Dinas Kominfo Kabupaten Solok menyampaikan komitmen bahwa kerja sama media di masa mendatang akan lebih selektif, dengan mengutamakan media yang telah terverifikasi Dewan Pers. Kebijakan ini dianggap sangat penting untuk menjaga kualitas informasi publik.
“Verifikasi Dewan Pers bukan sekadar label, tetapi indikator profesionalisme. Dengan bekerja sama dengan media yang memenuhi standar, kita memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel,” tegas perwakilan Kominfo.
Para wartawan pun menyampaikan harapan agar karya jurnalistik mereka semakin dihargai, terutama terkait akses informasi yang terbuka dan dukungan kerja sama yang adil.
“Wartawan bukan sekadar menulis. Ada verifikasi, riset, wawancara, dan tanggung jawab moral terhadap publik,” ungkap salah satu peserta OL, menegaskan beratnya tanggung jawab profesi jurnalis.
Kegiatan OL ini menjadi momentum penting dalam memperkuat relasi pemerintah–pers, sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis daerah. Dari perjalanan panjang itu, rombongan membawa pulang wawasan baru sebagai bekal memperkuat kualitas pemberitaan dan meningkatkan profesionalitas media di Kabupaten Solok.
