Batang – Jalanan Kota Batang tak lama lagi akan menampilkan wajah baru yang lebih tertib dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Batang memulai pembangunan trotoar yang dilengkapi sistem pengaturan kabel bawah tanah, sebagai solusi dari pembongkaran berulang yang selama ini menelan anggaran sia-sia.
Pembangunan yang dimulai sejak 16 April 2025 ini dirancang dengan masa pengerjaan selama 90 hari, dan menelan anggaran senilai Rp797 juta. Trotoar baru ini tak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga akan mengintegrasikan sistem drainase dan penataan kabel untuk menjaga keindahan kota dan efisiensi teknis.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, mengatakan bahwa pembangunan trotoar harus diimbangi dengan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ruang publik yang tertib.
“Fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang. Kami sudah mulai sosialisasi kepada pedagang kaki lima agar mereka tidak menggunakan pedestrian sebagai tempat jualan,” ujar Faiz Kurniawan saat meninjau lokasi proyek.
Ia menegaskan bahwa keberadaan kabel semrawut di atas trotoar tidak hanya merusak estetika, tetapi juga membahayakan masyarakat. Karena itu, sistem kabel bawah tanah menjadi bagian penting dalam proyek revitalisasi ini.
Menurut Faiz, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan tata kota yang lebih manusiawi, ramah lingkungan, dan efisien. Sosialisasi kepada pedagang kaki lima menjadi kunci agar kebijakan ini tidak menimbulkan gesekan sosial. Pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung pembenahan wajah kota.
Trotoar yang tertib juga menjadi indikator kota yang memperhatikan hak pejalan kaki. Ke depan, ruang publik seperti ini akan terus diperluas, dengan penataan kawasan yang lebih menyeluruh. Faiz berharap proyek ini bisa menjadi contoh baik bagi kabupaten lain dalam pengelolaan infrastruktur pedestrian yang modern dan inklusif.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, Pemkab Batang berharap proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga transformasi kebiasaan dalam menggunakan ruang publik secara bijak dan bertanggung jawab.
