Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan pokok nasional mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penurunan ini terjadi merata pada berbagai komoditas, mulai dari beras, bawang merah, cabai, hingga minyak goreng, meskipun sebagian lainnya seperti daging sapi dan ikan kembung masih mengalami kenaikan.
Menurut data dari Panel Harga Bapanas yang dirilis Selasa (13/5/2025) pukul 10.00 WIB, harga bawang merah di tingkat konsumen berada di angka Rp38.835 per kilogram (kg), turun dari Rp39.972 per kg. Penurunan serupa terjadi pada daging ayam ras yang kini dihargai Rp34.993 per kg dari sebelumnya Rp35.004 per kg.
“Turunnya harga bawang dan cabai sangat membantu kami. Selama ini, kedua bahan itu paling cepat naik kalau cuaca tidak menentu,” ujar Rina, pedagang pasar tradisional di Cempaka Putih.
Penurunan harga juga terjadi pada beras premium yang kini berada di angka Rp15.520 per kg, turun dari sebelumnya Rp15.568 per kg. Untuk beras medium, harga turun menjadi Rp13.673 per kg dari sebelumnya Rp13.731 per kg. Namun, beras SPHP dari Bulog mengalami sedikit kenaikan dari Rp12.640 menjadi Rp12.661 per kg.
Komoditas pangan lainnya yang juga mengalami penurunan meliputi jagung peternak (Rp6.056 per kg), kedelai impor (Rp10.678 per kg), dan bawang putih bonggol (Rp42.472 per kg). Sementara cabai merah keriting turun menjadi Rp50.598 per kg, cabai merah besar menjadi Rp46.202 per kg, dan cabai rawit merah menjadi Rp54.070 per kg.
Minyak goreng pun mengalami koreksi harga. Minyak goreng kemasan turun menjadi Rp20.526 per liter, minyak goreng curah menjadi Rp17.569 per liter, dan Minyakita menjadi Rp17.470 per liter. Produk tepung terigu juga menunjukkan tren serupa, baik dalam kemasan curah maupun kemasan ritel.
Namun, tidak semua harga ikut turun. Daging sapi murni justru naik menjadi Rp136.214 per kg, dan ikan kembung naik ke Rp41.338 per kg. Sementara itu, daging kerbau lokal mengalami penurunan drastis dari Rp141.429 menjadi Rp136.786 per kg.
Tren penurunan harga ini diperkirakan disebabkan oleh stabilisasi pasokan dan menurunnya permintaan pasca-lebaran. Pemerintah terus memantau perkembangan ini untuk memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Dengan fluktuasi yang masih terjadi, pemerintah diharapkan menjaga pasokan tetap stabil agar tren penurunan harga dapat berlanjut dan memberi manfaat langsung kepada konsumen.
