Samarinda – Aroma persaingan mulai menguar di Kalimantan Timur, bukan soal politik atau tambang, tapi di sektor energi bersih. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengungkapkan minat tinggi dari investor untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi alternatif dan desakan pengelolaan sampah yang lebih modern.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyatakan bahwa setidaknya tiga investor telah menyatakan keseriusannya menanamkan modal di sektor ini. Mereka telah mengajukan proposal awal dan tengah masuk tahap finalisasi konsep bersama tim teknis Pemprov. Proyek ini dinilai strategis karena mampu menyasar dua isu utama sekaligus: energi dan lingkungan.
“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan beauty contest untuk menilai kelayakan dan kesiapan para investor tersebut,” ujar Seno saat ditemui di Samarinda, Rabu (3/12/2025) kemaren.
Ia menambahkan bahwa PLTSa bukan hanya menjadi solusi pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan, tetapi juga menyasar problem klasik perkotaan yakni tumpukan sampah. Dengan teknologi yang tepat, kehadiran PLTSa diyakini mampu memperbaiki kualitas lingkungan serta memberikan kontribusi nyata pada pendapatan daerah.
Investasi di sektor energi terbarukan ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi Kaltim yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Seno menilai, proyek PLTSa merupakan bagian penting dari diversifikasi portofolio energi daerah yang sejalan dengan tren global dan kebutuhan jangka panjang.
“Semoga beauty contest besok dapat menghasilkan mitra terbaik yang mampu memberikan nilai tambah besar bagi Kaltim,” ungkapnya penuh harap.
Lebih lanjut, pemerintah provinsi menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara profesional dan transparan. Tidak hanya membuka peluang bagi investor dalam negeri, Pemprov juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak internasional yang memiliki teknologi dan pengalaman mumpuni.
Dengan permintaan listrik yang terus meningkat, khususnya di kawasan industri dan permukiman baru, proyek PLTSa menjadi salah satu jawaban strategis bagi masa depan energi Kaltim. Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi model pengelolaan sampah modern yang dapat direplikasi di daerah lain.
Kini, sorotan tertuju pada beauty contest yang akan menentukan siapa mitra strategis yang akan membangun tonggak baru energi bersih di Kaltim. (ADV).
