Kutim – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) IX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Timur diharapkan tetap mengacu pada kesepakatan rekonsiliasi yang sebelumnya telah dibangun bersama seluruh elemen organisasi.
Dimas menegaskan, rekonsiliasi tersebut merupakan komitmen kolektif untuk mengakhiri berbagai perbedaan yang sempat muncul, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun kembali soliditas organisasi. Melalui kesepakatan itu, seluruh kader diharapkan dapat bersatu dan menjalankan proses Konfercab secara demokratis, transparan, serta sesuai dengan ketentuan organisasi.
Menurutnya, apabila pelaksanaan Konfercab IX menyimpang dari koridor rekonsiliasi yang telah disepakati, maka hal tersebut berpotensi mencederai komitmen bersama yang selama ini telah dibangun.
“Konfercab seharusnya menjadi ruang konsolidasi dan memperkuat persatuan organisasi, bukan justru membuka kembali ruang perpecahan. Kesepakatan rekonsiliasi harus menjadi pedoman dalam setiap tahapan pelaksanaan konferensi,” ujar Dimas.
Ia menilai, mengabaikan hasil rekonsiliasi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap organisasi, mulai dari menurunnya kepercayaan kader terhadap proses demokrasi internal hingga munculnya kembali perbedaan yang sebelumnya telah disepakati untuk diselesaikan melalui musyawarah.
Karena itu, Dimas meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Konfercab IX menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun individu.
Ia juga menekankan bahwa setiap proses, mekanisme, maupun keputusan yang dihasilkan dalam Konfercab IX harus tetap berpedoman pada poin-poin kesepakatan rekonsiliasi yang telah disetujui bersama. Dengan demikian, hasil konferensi nantinya diharapkan memiliki legitimasi yang kuat serta mampu diterima oleh seluruh kader GMNI Kutai Timur.
Menurut Dimas, keberhasilan Konfercab tidak hanya diukur dari terpilihnya kepengurusan baru, tetapi juga dari kemampuan seluruh kader menjaga persatuan, menghormati mekanisme organisasi, dan memperkuat semangat perjuangan GMNI di Kabupaten Kutai Timur.
