Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan setelah terjadinya insiden kebakaran di sejumlah tempat pembuangan akhir di Indonesia, di antaranya TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan TPA Cikolotok, Purwakarta.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemerintah kota telah berkoordinasi dengan pengelola TPA Benowo untuk memperkuat sistem keamanan dan pengawasan agar aktivitas operasional di lokasi tetap berjalan aman.
Menurut Eri, salah satu langkah yang diterapkan adalah membatasi akses masuk ke kawasan TPA sehingga hanya pihak yang berkepentingan yang diperbolehkan berada di area tersebut. Selain itu, seluruh aktivitas pekerja juga berada dalam pengawasan ketat.
“Jadi kita sudah berkoordinasi dengan TPA Benowo. Maka satu, tidak boleh sembarang orang yang masuk ke dalam TPA itu. Yang kedua, yang mereka bekerja maka harus diawasi secara ketat,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Selain pembatasan akses, Pemerintah Kota Surabaya juga menugaskan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk berjaga selama 24 jam di kawasan TPA Benowo. Pengawasan dilakukan secara bergantian guna memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai prosedur keamanan.
“Yang ketiga, teman-teman yang dari Dinas Lingkungan Hidup juga ada di lapangan sampai dengan 24 jam. Kita sudah pasang semua CCTV di sana, baru kita pasang ya,” katanya.
Eri menjelaskan, kamera pengawas atau CCTV dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau aktivitas operasional secara langsung. Melalui sistem tersebut, petugas dapat mengawasi proses pengelolaan sampah, mulai dari sampah yang masuk ke fasilitas gasifikasi hingga yang diarahkan ke area sanitary landfill.
Menurutnya, kombinasi antara pengawasan langsung oleh petugas dan pemantauan melalui CCTV menjadi sistem pengamanan berlapis yang diharapkan mampu meminimalkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan TPA Benowo.
“Jadi dilakukan pengawasan 24 jam, selain secara langsung juga melalui CCTV yang sudah kita pasang. Semoga ini bisa mencegah kebakaran yang ada di TPA,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Surabaya berharap langkah antisipatif tersebut dapat menjaga operasional TPA Benowo tetap aman sekaligus mencegah terulangnya insiden kebakaran yang berpotensi mengganggu pelayanan pengelolaan sampah maupun menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
