Nganjuk – Kondisi Terminal Nganjuk kian memprihatinkan. Fasilitas utama seperti pendingin udara (AC) di ruang tunggu sudah lama tidak berfungsi. Menurut pedagang sekitar, kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa ada upaya perbaikan dari pihak terkait. Suasana terminal kini panas, sepi, dan jauh dari kesan nyaman sebagai pusat transit antarwilayah.
Dari pantauan lapangan pada Selasa (14/10/2025), beberapa kios pedagang masih bertahan di area terminal meski jumlah penumpang menurun drastis. Ruang tunggu terlihat lengang, dan sebagian lampu serta pendingin udara mati total. Beberapa warga bahkan menyebut terminal itu “hidup segan, mati tak mau.”
“AC-nya sudah lama mati, kayaknya memang enggak pernah dirawat. Dulu ramai, sekarang bis yang lewat juga jarang. Jadinya sepi,” ujar Siti, salah satu pedagang minuman di dalam terminal.
Ia menambahkan bahwa kondisi itu sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa ada penanganan dari pihak pengelola. “Biasanya petugas cuma datang sesekali, tapi perawatan enggak ada. Katanya sih tanggung jawabnya Dinas Perhubungan Jawa Timur, tapi sampai sekarang ya tetap begini,” keluhnya.
Kondisi terbengkalai tersebut memperkuat kesan bahwa Terminal Nganjuk kehilangan fungsi strategisnya sebagai simpul transportasi. Sejumlah pengemudi bus juga mengaku lebih memilih menurunkan penumpang di luar terminal karena jumlah pengguna menurun dan fasilitas yang kurang memadai.
“Sekarang terminal cuma jadi tempat parkir bus. Penumpang banyak yang naik dari pinggir jalan,” kata Roni, sopir bus trayek Nganjuk–Surabaya.
Minimnya aktivitas dan fasilitas yang rusak dikhawatirkan membuat Terminal Nganjuk semakin ditinggalkan, baik oleh penumpang maupun operator transportasi. Warga berharap pemerintah provinsi, melalui Dinas Perhubungan Jawa Timur, segera turun tangan untuk memperbaiki fasilitas agar terminal kembali berfungsi optimal dan menjadi pusat transportasi yang layak.
