Sangatta – Di tengah meningkatnya kebutuhan data spasial yang akurat dan cepat, Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur bersama Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah V menggelar Pelatihan Penggunaan Drone Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kegiatan yang dimulai pada Selasa (16/9/2025) ini akan berlangsung hingga [20 September 2025] dengan rangkaian materi teori dan praktik intensif.
Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ismail Fahmy Almadi, Rudiono, dan Mukalil. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor kehutanan dan lingkungan hidup, terutama dalam pemanfaatan teknologi drone. Teknologi ini dianggap mampu memberikan efisiensi dalam pengumpulan data, mulai dari pemantauan kawasan hutan, tata guna lahan, hingga upaya pengendalian kebakaran hutan.
“Drone bukan hanya alat, tapi kawan kerja baru yang mampu menyajikan data lapangan lebih cepat, detail, dan akurat,” ungkap Ismail Fahmy Almadi dalam sesi pembukaan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran teknologi digital seperti drone sangat penting untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam. Hal tersebut menjadi bagian dari transformasi di era modern, di mana pemanfaatan teknologi tidak lagi opsional, melainkan kebutuhan.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diarahkan untuk praktik langsung. Kegiatan praktik meliputi simulasi pengoperasian drone, pemotretan udara, pemetaan wilayah, serta pengolahan citra digital yang dapat digunakan untuk analisis monitoring lingkungan.
Rudiono, salah satu narasumber lain, menekankan pentingnya keterampilan teknis di balik penggunaan perangkat modern ini. Menurutnya, penguasaan pemetaan berbasis drone akan memudahkan pengambilan keputusan, baik dalam mitigasi bencana maupun pengelolaan lahan berkelanjutan.
Kegiatan ini pun disambut positif oleh berbagai pihak, terutama para peserta yang mayoritas berasal dari instansi LHK dan akademisi. Mereka menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan masa kini, di mana kebutuhan data spasial yang cepat dan presisi menjadi syarat utama dalam perencanaan maupun penanganan lapangan.
Dengan adanya pelatihan ini, penyelenggara berharap lahir SDM yang lebih profesional, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi, sehingga pengelolaan lingkungan dan kehutanan di Kutai Timur dapat semakin efektif.
