Cisayong – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti SMPN 1 Cisayong saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (23/9/2025). Acara tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga wadah menanamkan nilai religius dan akhlak mulia bagi seluruh warga sekolah.
Peringatan ini diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Nisa, siswi kelas IX-C, yang membuka acara dengan khidmat.

Kemudian dilanjutkan dengan penampilan marawis dari ekstrakurikuler Irema Necis yang menampilkan nasyid dan sholawat meski hanya berlatih selama satu jam setengah sehari sebelumnya. Grup ini terdiri dari vokalis Muhammad Ridho Wardana dan Ilham Maulana, serta pemain darbuka Badai Firman Ajhahin, Zayyan Zahwan Nur Aqli, Nadhief Akbar Nurmubarok, Aspi Alghifari, dan Muhammad Rafa Ahja Putra.

Darbuka: Badai Firman Ajhahin, Zayyan Zahwan Nur Aqli, Nadhief Akbar Nurmubarok, Aspi Alghifari, Muhammad Rafa Ahja Putra. (.ist)
Momen kebersamaan semakin terasa saat Mahalul Qiyam dibawakan oleh para siswi, yakni Sinta (VIII-G), Zahra (VIII-H), Balqis (IX-C), Nisa (IX-C), Salma (IX-A), Khesya (IX-A), Bela (IX-A), Salsa (VII-D), Maliyah (VII-F), dan Ratu (VII-F). Suara mereka berpadu dalam lantunan doa dan sholawat yang menggetarkan hati para hadirin.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ivan Ipan Farhan Anwari, S.Pd., menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kedisiplinan, ketakwaan, dan akhlakul karimah di lingkungan sekolah.

“Acara ini bukan hanya peringatan seremonial, tetapi pengingat bagi kita semua untuk meneladani Rasulullah dalam disiplin, ketaatan, serta akhlak yang mulia,” ujarnya.
Puncak acara diisi tausiyah oleh Ustaz Usman, S.Pd.I., yang ditemani Junjun Budiawan memainkan gitar dan harmonika. Dengan tema Nada dan Dakwah, tausiyah tersebut mengajak para siswa merenungi makna hidup yang penuh keberkahan jika dijalani dengan ilmu, doa, dan kerja keras.

“Semua yang ada di dunia ini bertasbih mendoakan sang pencari ilmu agar hidupnya barakah,” tutur Ustaz Usman dalam ceramahnya.
Ia juga mengingatkan tentang tiga hal yang membuat Indonesia sulit maju, yang ia sebut dengan “3M”: Malas, Mudah Marah, dan Maksiat. Malas, katanya, berakar pada kurang disiplin, kurang teliti, hingga kurang mandiri. Mudah marah merusak harmoni, sedangkan maksiat seperti meninggalkan salat akan mengikis keberkahan hidup.

Pesan-pesan itu disambut antusias para siswa dan guru yang hadir. Dengan semangat kebersamaan, acara Maulid Nabi di SMPN 1 Cisayong tahun ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga penguatan karakter religius yang diharapkan terus membekas dalam kehidupan sehari-hari.
