Sangatta – Siti Rizky Amalia kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kutai Timur untuk periode 2024-2029. Musyawarah Daerah (Musda) DKD Kutim yang berlangsung di Hotel Victoria, Sangatta, Selasa (25/6/2024), menetapkan Siti Rizky Amalia sebagai ketua secara aklamasi.
Pemilihan ini diikuti oleh 50 peserta musda dan pengurus demisioner DKD Kutim periode 2019-2024.Proses Pemilihan dan Penetapan Formatur.
Padliyansyah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, menjelaskan bahwa dalam musda tersebut juga telah ditetapkan tiga orang formatur. Formatur ini bertugas menyusun kepengurusan DKD Kutim masa bakti 2024-2029.
“Setelah tim formatur selesai menyusun kepengurusan hingga satu minggu ke depan, maka kami akan menghadap Bapak Bupati agar kepengurusannya ditetapkan atau di-SK-kan,” ujar Padliyansyah.
Komitmen Siti Rizky Amalia
Dalam sambutannya, Siti Rizky Amalia mengucapkan terima kasih kepada seniman Kutim yang telah mempercayakan dirinya kembali memimpin DKD Kutim.
“Insya Allah saya akan melaksanakan amanat ini hingga lima tahun ke depan,” ucapnya dengan penuh keyakinan.
Siti Rizky Amalia juga mengajak calon pengurus DKD dan para seniman Kutim untuk tidak segan menyampaikan usulan atau program kesenian dalam bentuk proposal.
“Pada saat rapat kerja, proposal akan dibahas dan akan dijadikan program kerja DKD Kutim dalam jangka pendek, menengah, dan panjang,” tambahnya.
Sheza, sapaan akrab Siti Rizky Amalia, berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen kesenian di Kutim.
Harapan ke Depan
Dengan terpilihnya kembali Siti Rizky Amalia, diharapkan Dewan Kesenian Daerah Kutai Timur dapat terus berkembang dan memajukan seni dan budaya di daerah tersebut.
Para seniman dan masyarakat Kutai Timur pun menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru untuk membawa perubahan positif dan berkelanjutan dalam dunia kesenian di wilayah ini.
Musda DKD Kutim yang berjalan lancar ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak untuk memajukan kebudayaan dan kesenian di Kutai Timur. Ke depan, dengan kepengurusan baru yang segera terbentuk, diharapkan program-program inovatif dan kolaboratif dapat segera diwujudkan.
