Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang mempersiapkan langkah besar untuk melestarikan kekayaan budaya dan sejarahnya melalui pembangunan sebuah museum. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya upaya ini dalam menjaga identitas daerah dan mempromosikan kebudayaan lokal. Hal ini disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait pembangunan museum di Hotel Victoria Sangatta, Selasa (25/6/2024).
“Keberadaan museum sangat krusial untuk memastikan Kutim tidak kehilangan identitasnya dan terus menjadi daerah yang kaya akan budaya,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya. Ia berharap museum ini dapat menjadi pusat edukasi dan inspirasi bagi generasi mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliyansyah, memberikan laporan pelaksanaan kegiatan FGD. Ia menjelaskan dasar pelaksanaan FGD ini adalah DPA Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim tahun 2024. Menurutnya, Kutim memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang harus dilestarikan, seperti koleksi benda cagar budaya dari kawasan Karts Sangkulirang Mangkalihat yang saat ini disimpan di Galeri Cagar Budaya sejak tahun 2008.
Padliyansyah juga menyampaikan bahwa lokasi untuk pembangunan museum telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Kutim Nomor 640/K.682/HK/VII/2013 tanggal 24 Juli 2013, yaitu di Kecamatan Sangatta Utara dengan luas 4 hektar. “Museum ini tidak hanya akan menjadi tempat penyimpanan koleksi seni yang indah, tetapi juga penjaga dan penyampai warisan budaya dan seni kita,” tegasnya.
FGD ini bertujuan untuk menghasilkan berita acara dan piagam komitmen pendirian museum, kesepakatan mengenai bangunan museum beserta unsur penunjang lainnya, serta usulan penyusunan draf peraturan daerah tentang museum. Peserta FGD terdiri dari berbagai OPD dan perusahaan terkait untuk memastikan kelancaran proses pembangunan museum. Narasumber dalam acara ini termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltim Kaltara dan Dewan Kesenian Provinsi Kalimantan Timur, dengan pembiayaan berasal dari APBD Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur.
Padliyansyah menutup laporannya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, serta permohonan maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaannya.
Pembangunan museum ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Kutai Timur, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan generasi mendatang.
