Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong peran aktif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di tengah kondisi pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang memengaruhi pemasukan kas daerah.
Dalam acara pembukaan rapat kerja HIPMI Kaltim di Hotel Mercure Samarinda pada Selasa (2/12/2025), Wagub Seno menyebut bahwa para pengusaha muda harus menjadi ujung tombak dalam membangun fondasi ekonomi Kaltim yang tangguh dan berkelanjutan.
“Para pengusaha memiliki bakat bagaimana bisa membangun ekonomi Kaltim lebih baik ke depan,” ujarnya di hadapan para peserta rapat kerja.
Ia mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kaltim saat ini berada di angka 4,36 persen. Angka tersebut dianggap belum ideal untuk mendukung percepatan pembangunan, terutama di tengah proyek besar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Maka kami terus berupaya bersinergi dengan seluruh wirausaha yang ada di Kaltim, terutama HIPMI, untuk mendongkrak perekonomian Kaltim ini,” katanya menambahkan.
Wagub Seno juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi HIPMI dalam membina para pengusaha muda di daerah. Ia menilai keberadaan HIPMI bukan hanya relevan, tetapi strategis, terutama saat Kaltim menjadi sorotan nasional sebagai lokasi IKN.
“Satu hal yang sangat kami apresiasi untuk HIPMI Kaltim, karena mereka benar-benar membangun dan membina para pengusaha muda,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan kewirausahaan memiliki efek domino dalam mengatasi persoalan sosial ekonomi, terutama pengangguran dan kemiskinan.
“Dengan bertambahnya tenaga kerja di Kaltim maka akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Kaltim,” jelas Wagub Seno.
Pemprov Kaltim pun berkomitmen untuk memberi ruang luas dan kemudahan regulasi bagi para pelaku usaha muda. Hal ini diyakini sebagai strategi percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus mendukung kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha dari anggota HIPMI dan akan mempermudah aturan-aturan yang ada di provinsi agar ekonomi Kaltim cepat bangkitnya,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kemudahan berusaha, HIPMI diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Kaltim yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (ADV).
