Kutim – Upaya menjaga keamanan lingkungan di Sangatta Utara kembali mendapat dorongan kuat setelah pemerintah kecamatan resmi mengaktifkan kembali pos kamling di seluruh RT. Langkah ini dijalankan sebagai respon atas instruksi Bupati Kutai Timur dan sekaligus memperkuat pondasi sosial masyarakat di tengah program pemberdayaan yang terus berkembang.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa pengaktifan pos kamling bukan sekadar rutinitas ronda, tetapi bagian penting dari ketertiban lingkungan yang harus dijaga bersama. Dalam wawancara di ruang kerjanya pada Jumat (21/11/2025), ia menegaskan bahwa keamanan adalah aspek mendasar dalam mendukung aktivitas warga, termasuk program pemberdayaan seperti Kampung Beragam.
“Koordinasi kami lakukan bersama Danramil, Polsek, serta tokoh masyarakat untuk memastikan pos kamling benar-benar aktif dan berjalan,” ujarnya.
Menurut Hasdiah, instruksi Bupati Kutim menekankan perlunya setiap RT kembali menjalankan ronda malam secara terstruktur. Hal ini bertujuan mengurangi potensi gangguan keamanan, meningkatkan kewaspadaan warga, dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal. Ia menyebut bahwa pos kamling yang aktif dapat menjadi pusat interaksi, ruang komunikasi, dan simbol kebersamaan warga.
“Kami berharap masyarakat ikut terlibat. Keamanan lingkungan tidak bisa hanya ditopang pemerintah atau ketua RT. Partisipasi warga adalah kunci,” tegasnya.
Hasdiah menambahkan bahwa pengaktifan kembali pos kamling juga menjadi bagian dari strategi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi program-program kecamatan. Kegiatan seperti pengelolaan pekarangan, kompos, dan pelatihan warga akan lebih mudah berjalan jika keamanan lingkungan terjaga.
Ia menekankan bahwa keberadaan pos kamling tidak harus mengandalkan fasilitas besar. Yang terpenting adalah komitmen warga untuk saling menjaga, membangun jadwal ronda, dan memastikan setiap lingkungan memiliki titik pantau keamanan.
“Kami ajak masyarakat untuk merawat pos kamlingnya, mengisi jadwal ronda, dan memastikan lingkungan tetap aman. Semua dimulai dari kepedulian,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah kecamatan juga menggandeng unsur muspika—mulai Danramil, Polsek, hingga tokoh masyarakat—untuk memastikan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu memotivasi warga agar terus aktif mengikuti kegiatan keamanan lingkungan.
Hasdiah menegaskan bahwa tanpa partisipasi warga, pos kamling hanya menjadi bangunan kosong. Namun dengan keterlibatan bersama, ia bisa menjadi penjaga ritme kehidupan masyarakat, penanda kebersamaan, sekaligus benteng pertama keamanan lingkungan.
“Kami ingin pos kamling kembali menjadi ruang hidup, bukan sekadar papan nama. Kalau warga mau terlibat, lingkungan akan jauh lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus digelorakan, Sangatta Utara berharap seluruh RT dapat membangun kembali rasa saling menjaga melalui pos kamling. Kehadiran pos-pos keamanan ini diharapkan menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib, harmonis, dan berdaya. (ADV).
