Jember – Deru roda dan debu lintasan berpadu dengan sorak penonton, seolah menegaskan bahwa Rembangan Bike Park bukan sekadar jalur menurun, melainkan panggung prestisius balap sepeda gunung nasional. Kabupaten Jember kembali mencuri perhatian dunia olahraga setelah dipercaya menjadi tuan rumah Balap Downhill Indonesia Master Series 2026 Series 1, ajang bergengsi yang mempertemukan para rider terbaik Tanah Air.
Kejuaraan ini digelar di Rembangan Bike Park pada Minggu (08/02/2026) dan diikuti sekitar 160 atlet downhill dari berbagai daerah di Indonesia. Para pembalap datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan daya tarik lintasan Rembangan yang kian diakui di level nasional. Mereka bersaing ketat dalam 14 kelas lomba, menjadikan seri pembuka Indonesia Master Series 2026 sebagai salah satu event downhill terbesar di awal tahun.
Ajang nasional ini terselenggara berkat kolaborasi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Pengkab Jember bersama dua klub sepeda lokal, yakni Jangkrik Racing Team (JRT) dan Sego Anget Racing Team (SART). Sinergi tersebut dinilai berhasil mengangkat kualitas penyelenggaraan sekaligus mempromosikan potensi olahraga Jember ke panggung nasional.
“Total ada 160 pembalap dari berbagai daerah yang ikut ambil bagian. Indonesia Master Series ini bersifat open, sehingga siapa pun atlet terbaik dari seluruh Indonesia bisa berpartisipasi,” ujar Ketua ISSI Pengkab Jember, Aries Bawono, dalam keterangannya di sela-sela lomba.
Ia menambahkan, kehadiran ratusan atlet dari luar daerah menjadi bukti bahwa Rembangan Bike Park telah mendapatkan kepercayaan dari komunitas downhill nasional. Menurutnya, lintasan ini dinilai memiliki karakter teknis, tantangan elevasi, serta standar keselamatan yang layak untuk event tingkat nasional.
Sebanyak 14 kelas dipertandingkan dalam kejuaraan ini, mulai dari Pra Youth, Beyond A dan Beyond B, hingga kelas Men Open, Women Open, serta sejumlah kategori Master. Khusus kelas Pra Youth dan Beyond, Aries menegaskan menjadi fokus utama pembinaan atlet usia muda yang diproyeksikan untuk menghadapi ajang besar mendatang.
“Melalui event ini, kami ingin menyiapkan atlet-atlet muda Jember agar siap bersaing di Porprov Jawa Timur 2027. Ini bagian dari pembinaan jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan,” jelasnya.
Dampak kejuaraan ini tidak hanya dirasakan di sektor olahraga prestasi, tetapi juga merambah sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah turut meningkatkan okupansi penginapan, perputaran UMKM, serta citra Jember sebagai destinasi sport tourism.
“Kami ingin Rembangan Bike Park menjadi ikon sport tourism Jember. Event olahraga seperti ini sejalan dengan arahan Gus Bupati untuk terus menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” tambah Aries.
Pada Indonesia Master Series 2026 Series 1 ini, Jember sendiri menurunkan sekitar 30 atlet balap sepeda. Dari jumlah tersebut, dua atlet unggulan dipersiapkan secara khusus untuk nomor downhill sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Target naik podium menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet lokal untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Master Series 2026 Series 1, Jember tidak hanya sukses menjadi tuan rumah kejuaraan nasional, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun olahraga prestasi yang terintegrasi dengan pariwisata. Rembangan Bike Park pun kian mengukuhkan diri sebagai magnet downhill nasional dan simbol keseriusan Jember dalam mengembangkan sport tourism berkelanjutan.
