Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus melangkah dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya. Salah satunya dengan memperkuat Program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta). Dalam satu langkah nyata, Gelora Cinta dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra) mengunjungi Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program ini menyasar ibu dan anak-anak.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menggarisbawahi dua penyebab utama stunting: kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
“Ini penting karena pertumbuhan otak anak terjadi mulai dari kandungan hingga usia lima tahun,” ungkap Bupati, Rabu ( 8/5/2024).
Bupati Ikfina menjelaskan pentingnya memastikan bayi mendapatkan gizi yang cukup. Indikator tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan fisiknya, seperti panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala. Menurutnya, bayi yang sehat adalah bayi yang memiliki berat badan ideal, yang tidak selalu berarti gemuk.
Tak hanya itu, Bupati Ikfina juga menyoroti risiko bagi pasangan usia subur yang terlalu tua untuk hamil. Menurutnya dapat meningkatkan risiko bayi lahir stunting.
“Tolong yang usianya di atas 35 tahun, saya minta tolong untuk jangan hamil. Karena produksi sel telur ini juga usianya sudah tua dan sudah banyak yang rusak,” pesannya.
Dalam mengakhiri arahannya, Bupati Ikfina mengajak para ibu hamil untuk menjaga asupan gizi dengan meminum vitamin yang direkomendasikan. “Mudah-mudahan pertemuan kita ini dapat meningkatkan pengetahuan, saya minta tolong kepada ibu hamil jangan malas minum vitaminnya. Jaga putra putrinya masing-masing jangan sampai kurang gizi,” tandasnya.
Program Gelora Cinta menjadi tonggak penting dalam upaya Pemkab Mojokerto untuk menciptakan generasi emas yang tangguh dan cerdas. Dengan kesadaran akan pentingnya gizi yang cukup sejak dini, semoga angka stunting di Mojokerto dapat terus menurun. Demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
