Jember – Harapan baru mengayuh perubahan tiba di Kabupaten Jember. Sebanyak 100 unit becak listrik resmi diserahkan kepada para pengayuh becak melalui kolaborasi antara Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan Pemerintah Kabupaten Jember, pada Minggu (14/12/2025). Bantuan itu berasal langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penyerahan dilakukan di Pendopo Kabupaten Jember. Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian dan kepeduliannya terhadap rakyat kecil, khususnya para tukang becak. Ia menyebut bahwa Jember adalah kabupaten dengan penduduk terbanyak ketiga di Jawa Timur, namun angka kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memikirkan rakyat kami. Mudah-mudahan ke depan bantuan becak listrik ini bisa bertambah lagi untuk Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.
Selain program becak listrik, Gus Fawait juga mengungkapkan bahwa sejak April 2025, Jember telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan gratis.
Wakil Ketua GSN, Nanik Sudarwati Deyang, menegaskan bahwa bantuan becak listrik ini bukan dari anggaran pemerintah, melainkan langsung dari pribadi Presiden Prabowo. Program ini merupakan bagian dari gerakan MBG (Memberi Becak Gratis), yang bertujuan membantu pengayuh becak keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Ini murni dari Pak Presiden Prabowo sendiri, karena cintanya beliau kepada masyarakat. Becak listrik ini adalah bentuk kepedulian beliau kepada pengayuh becak yang sudah lanjut usia dan kalah bersaing dengan ojek online,” katanya.
Nanik menjelaskan bahwa desain becak listrik tersebut merupakan hasil rancangan langsung dari Presiden Prabowo dan diproduksi oleh PT Pindad dengan biaya sekitar Rp22 juta per unit. Kendaraan ini dilarang untuk diperjualbelikan dan akan dikenakan sanksi hukum jika dilanggar. Di sejumlah kota, becak listrik juga telah dimanfaatkan sebagai alat transportasi wisata.
Ia turut menyampaikan ajakan kepada warga untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam sayuran sebagai langkah menekan inflasi pangan, sembari menyebut keberadaan 63 dapur MBG aktif saat ini di berbagai wilayah.
Momen haru terjadi saat Nijo, seorang pengayuh becak berusia 80 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih Pak Prabowo, semoga bapak selalu sehat dan panjang umur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program bantuan becak listrik ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup pengayuh becak di Kabupaten Jember.
