Sidoarjo – Di tengah upaya nasional mewujudkan kemandirian pangan, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan baru. Hal itu tercermin dalam aksi Bhabinkamtibmas Desa Jiken, Aiptu M. Subandik, yang meninjau langsung lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga pada Kamis (22/5/2025), di RT 05 RW 03, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, sebagai bagian dari gerakan “Polisi Cinta Petani” yang mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa.
Lahan padi milik Bapak Buasim yang dikunjungi Subandik, merupakan bentuk pemanfaatan lahan pekarangan warga yang selama ini jarang dimaksimalkan. Aksi ini tak sekadar kunjungan simbolik—Subandik berdialog langsung dengan petani dan warga, membahas kendala pengairan, kesuburan tanah, serta potensi pemupukan yang tepat guna meningkatkan hasil panen.
“Kami mencatat beberapa kendala yang dihadapi, seperti pengairan dan kesuburan tanah, serta berupaya mencarikan solusi bersama warga. Ini adalah bagian dari peran Polri dalam mencintai dan mendukung petani,” ujar Aiptu Subandik.
Program P2B sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun swasembada pangan nasional berbasis komunitas lokal. Kepolisian, dalam hal ini Polsek Tulangan, mengambil peran lebih dari sekadar menjaga keamanan—mereka hadir sebagai mitra aktif dalam memberdayakan masyarakat.
Pendampingan ini pun mendapat sambutan positif dari warga Desa Jiken. Mereka merasa kehadiran polisi bukan hanya memberi rasa aman, tetapi juga membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pertanian pekarangan.
“Kami berharap kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tapi juga mendampingi masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pertanian,” pungkas Subandik.
Dengan pendekatan partisipatif seperti ini, Desa Jiken diharapkan bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan lahan sempit menjadi sawah produktif yang menopang ketahanan pangan keluarga. Pendekatan berbasis komunitas dan sinergi lintas sektor inilah yang diyakini menjadi kunci keberhasilan program pangan masa depan.
