Sidoarjo – Selepas memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di alun-alun Sidoarjo, Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi yang akrab disapa Cak Bandi, segera melanjutkan tugas mulianya dengan mengunjungi warga Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu. Tepatnya, ia mengunjungi rumah Munodo (51), warga Dusun Duran RT. 2 RW. 1, yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Bersama rombongan yang terdiri dari Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial, Plt. Camat Wonoayu, Baznas, dan Sekretaris Desa Karangpuri, Cak Bandi datang membawa harapan dan solusi untuk keluarga Munodo. Rumah Munodo, yang ditempati bersama istri, anak, dan ibunya, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Atap rumah yang banyak jebol dan kayu penyangga yang sudah aus menimbulkan kekhawatiran akan ambrolnya rumah tersebut sewaktu-waktu.
“Untuk rumah bapak Munodo, kami upayakan bantuan perbaikan rumah, untuk ODF kita bantu juga pembuatan jamban sehat, dan BPJS-nya kita aktifkan kembali,” ungkap Cak Bandi dengan penuh semangat. Ia juga menghimbau warga sekitar untuk segera mendaftarkan BPJS atau melaporkan jika BPJS mereka tidak aktif kepada pemerintah desa, agar bisa langsung mendapatkan bantuan kesehatan ketika dibutuhkan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Sidoarjo untuk memastikan semua warga mendapatkan hunian yang layak dan akses kesehatan yang memadai. “Untuk rehab RTLH anggaran di Dinas PU Cipta Karya dan Baznas kita siapkan. Kita ingin semua masyarakat Sidoarjo yang rumahnya tidak layak, pemerintah harus hadir untuk memberikan bantuan. Bahkan DPRD Sidoarjo menganggarkan pokirnya tahun 2023 lalu untuk bedah rumah,” jelasnya lebih lanjut.
Cak Bandi menegaskan bahwa masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sidoarjo diupayakan untuk diselesaikan bersama instansi terkait. Setiap tahun, target penyelesaian RTLH ditingkatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berusaha keras agar semakin banyak rumah yang direhab setiap tahunnya. Ini semua demi kesejahteraan masyarakat Sidoarjo,” katanya.
Kunjungan ini disambut dengan penuh syukur oleh Munodo dan keluarganya. Mereka merasa sangat beruntung mendapatkan perhatian langsung dari kepala daerah. “Kunjungan ini suatu anugerah, karena rumah kami akan segera diperbaiki menjadi layak huni. Jika hujan atau angin kencang datang, kami tidak perlu khawatir lagi,” ujar Munodo dengan mata berbinar.
Cak Bandi tidak hanya sekadar berjanji, tetapi juga langsung memastikan bahwa segala kebutuhan Munodo dan keluarganya akan segera dipenuhi. Ini adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam aspek gotong royong dan kepedulian sosial.
Di tengah kunjungannya, Cak Bandi sempat berdialog dengan warga sekitar, mendengarkan keluhan dan harapan mereka. “Kami hadir di sini bukan hanya untuk melihat, tapi untuk mendengar dan bertindak. Setiap keluhan adalah masukan berharga yang akan kita tindaklanjuti demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Hari itu, di Desa Karangpuri, semangat Pancasila benar-benar hidup. Nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Cak Bandi dan jajarannya, warga Sidoarjo mendapatkan bukti bahwa pemerintah selalu hadir untuk mereka, siap memberikan bantuan dan memastikan setiap warga merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungan Cak Bandi ke rumah Munodo menutup hari dengan harapan baru dan semangat yang segar. Desa Karangpuri, dengan segala tantangannya, kini memiliki secercah harapan bahwa perubahan yang lebih baik sedang berlangsung. Warga desa pun kembali ke rumah masing-masing dengan rasa syukur, optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah di bawah naungan nilai-nilai Pancasila yang kokoh.
