Sidoarjo – Di bawah sinar matahari yang cerah, alun-alun Sidoarjo dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai kalangan yang berkumpul untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Tua, muda, pelajar, anggota TNI, ASN, serta berbagai elemen masyarakat tampak khidmat mengikuti upacara yang dipimpin oleh Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi. Upacara ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Subandi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membuka acara dengan penuh semangat. “Pancasila adalah pijakan utama dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga, menjadi kewajiban kita semua untuk bertanggung jawab menjaga keutuhan dan keberagaman Indonesia,” ujarnya dengan suara yang menggema di seluruh alun-alun.
Tema upacara tahun ini, “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, membawa pesan mendalam tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam membangun bangsa. Dalam pidatonya, Subandi menekankan pentingnya bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia juga menyoroti peran penting generasi muda dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut.
“Terutama bagi generasi penerus bangsa, agar tidak meninggalkan makna Pancasila berjuang untuk Kabupaten Sidoarjo dengan berpegang teguh pada nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong,” lanjutnya.
Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga peneguhan komitmen bersama. Subandi berharap peringatan hari lahir Pancasila ini dapat memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan di Kabupaten Sidoarjo. “Semoga Kabupaten Sidoarjo terus menjadi Kabupaten yang rukun dan guyub yang terjalin antara masyarakat dan pemerintah, bekerjasama demi kemajuan Sidoarjo,” harapnya.
Semangat kebersamaan sangat terasa selama upacara berlangsung. Dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo, TNI AD, TNI AL, ASN Kabupaten Sidoarjo, hingga pelajar yang hadir, semuanya menunjukkan bahwa Sidoarjo adalah contoh nyata dari semangat inklusivitas dan gotong royong yang diajarkan oleh Pancasila.
Seorang pelajar yang ikut dalam upacara, Siti Nur Aini, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut serta. “Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Pancasila bukan hanya sejarah, tapi harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya dengan antusias.
Sementara itu, Ketua Organisasi Masyarakat setempat, Ahmad Fauzi, menambahkan, “Pancasila adalah dasar yang menyatukan kita semua. Dengan mengamalkannya, kita bisa membangun Sidoarjo menjadi lebih baik dan harmonis.”
Upacara di alun-alun Sidoarjo ini bukan hanya memperingati kelahiran Pancasila, tetapi juga menguatkan komitmen untuk menjadikannya sebagai pedoman hidup. Di tengah perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi bangsa, semangat Pancasila tetap menjadi bintang penuntun yang menyatukan dan mengarahkan kita menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan berakhirnya upacara, masyarakat Sidoarjo pulang dengan membawa semangat baru, siap untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan. Mereka kembali ke aktivitas sehari-hari dengan tekad yang kuat, menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia, serta bekerja sama demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo tercinta.
