Kutim – Di tengah anggapan bahwa wakil rakyat kerap muncul hanya menjelang pesta demokrasi, suasana Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Sangatta justru menghadirkan pesan berbeda. Kedekatan dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (14/6/2026), dihadiri Anggota Komisi II DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur Edi Oloan Pasaribu, Anggota KPU Kalimantan Timur Ramaon Dearnov Saragih, Ketua dan Anggota KPU Kutai Timur, serta peserta dari berbagai elemen masyarakat. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik dan meningkatkan literasi pemilih secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ramaon Dearnov Saragih memberikan apresiasi terhadap perhatian yang ditunjukkan Edi Oloan Pasaribu sebagai mitra KPU di Komisi II DPR RI. Menurutnya, hubungan kelembagaan yang baik antara penyelenggara pemilu dan parlemen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan demokrasi.
“Saya tidak memuji, karena memang saya sudah dekat dengan Pak Edi dan kebetulan Pak Edi di Komisi II. Jadi sangat perhatian dengan KPU,” ujar Ramaon Dearnov Saragih di hadapan peserta kegiatan.
Ia menilai, kehadiran wakil rakyat di daerah pemilihan secara berkesinambungan merupakan prinsip yang seharusnya dijalankan oleh setiap politisi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur yang tetap hadir dan memberikan perhatian, bukan hanya ketika momentum pemilu mendekat.
Sementara itu, Edi Oloan Pasaribu mengakui masih terdapat pandangan di tengah masyarakat yang menganggap anggota legislatif baru mendekat ketika memasuki masa kampanye. Ia mengatakan ingin mematahkan anggapan tersebut dengan menjaga komunikasi dan silaturahmi bersama masyarakat secara rutin.
“Wah itu anggota DPRD, DPR Provinsi, DPR RI kalau menjelang pemilu saja dia dekat dengan masyarakat, betul apa betul? Oleh karena itu saya ingin mendobrak nilai itu bahwa tidak semua anggota DPR RI seperti itu,” kata Edi Oloan Pasaribu.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjelaskan bahwa kehadirannya bersama KPU dalam kegiatan pendidikan pemilih bertujuan membangun literasi demokrasi yang lebih baik. Menurutnya, masyarakat yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyebut dirinya aktif melakukan kunjungan ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menyerap aspirasi, ia mengaku turut mengawal berbagai program seperti bantuan beasiswa, advokasi sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bantuan listrik, hingga rehabilitasi rumah masyarakat.
“Bagaimana kita melahirkan pemilih-pemilih cerdas supaya melahirkan pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab, amanah, dan betul-betul memperjuangkan masyarakat di bawah,” ujarnya.
Selain sosialisasi pendidikan pemilih, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan. Peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan maupun pelayanan publik.
Melalui pendidikan pemilih berkelanjutan, KPU berharap kesadaran politik masyarakat semakin meningkat sehingga kualitas demokrasi di Indonesia dapat terus terjaga. Kehadiran para legislator di daerah pemilihan secara konsisten pun dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan.
