Sidoarjo – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Desa Siwalanpanji, Buduran, pagi ini tampak berbeda. Kehadiran Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi bersama rombongan dari Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat menjadi sorotan utama. Dalam rangka agenda rutin setiap Jumat, Subandi turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan mendengarkan keluhan masyarakat.
Hari ini, langkah kaki Subandi membawa harapan baru bagi Lucky Apriliasari, seorang warga Desa Siwalanpanji yang telah bertahun-tahun berjuang melawan TBC paru. Di usianya yang masih muda, 22 tahun, Lucky harus menghadapi cobaan berat setelah ditinggal suaminya yang meninggal dalam kecelakaan kerja. Kondisi kesehatannya semakin memburuk, dan upaya pengobatan yang dilakukan oleh pemerintah desa belum membuahkan hasil yang memadai.
Aksi Cepat Tangap Pemerintah
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Subandi ingin memastikan setiap laporan warga yang masuk ke pemerintah segera ditindaklanjuti. “Saya menginstruksikan kepada pemerintah desa dan OPD terkait untuk segera memberikan bantuan pengobatan agar Lucky segera sembuh. Selain itu, bantuan makanan sehari-hari, uang bulanan, dan pengurusan BPJS untuk masyarakat yang tidak mampu juga harus segera diberikan,” tegasnya dengan penuh empati.
Upaya Mengatasi Masalah Kesehatan
Keadaan Lucky yang semakin parah sejak ditinggal suaminya membuat Subandi tergerak untuk mengambil tindakan cepat. Pemerintah Desa Siwalanpanji telah berusaha memberikan perawatan sejak awal keluhan batuk hingga pengobatan TBC di Puskesmas Sidoarjo selama enam bulan. Bahkan, Lucky pernah dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pengobatan intensif setiap sepuluh hari. Namun, tantangan besar tetap ada karena Lucky sering menolak makan dan mengonsumsi obat.
Sosialisasi Program UHC
Selain penanganan langsung, Subandi juga menekankan pentingnya sosialisasi program Universal Health Coverage (UHC). “Saya menghimbau kepada kepala desa dan camat untuk segera mengadakan sosialisasi program UHC. Keikutsertaan warga yang belum punya BPJS harus segera didaftarkan dalam BPJS Prima. Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan anggaran UHC dengan harapan setelah pendataan ulang tidak ada lagi warga Sidoarjo yang tidak tercover BPJS,” ujarnya.
Subandi menegaskan bahwa tidak boleh ada warga kurang mampu yang tidak tercover dalam BPJS. Program ini harus terus digalakkan dan disosialisasikan di setiap desa agar masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi SIPRAJA untuk mengakses pelayanan BPJS, terutama bagi yang belum tercover dalam BPJS Prima.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Dalam kunjungan ini, Subandi didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala Baznas Sidoarjo, serta jajaran pemerintah setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh untuk mencari solusi terbaik bagi Lucky dan warga lainnya yang membutuhkan bantuan.
Dengan adanya aksi cepat tanggap ini, diharapkan Lucky dapat segera mendapatkan perawatan yang lebih baik dan kondisinya dapat berangsur membaik. Subandi berkomitmen untuk terus turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan masyarakat, dan memastikan bahwa bantuan dari pemerintah benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
Kehadiran Subandi dan rombongan pemerintah di Desa Siwalanpanji hari ini menjadi simbol harapan dan kepedulian. Warga Sidoarjo berharap agar program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik dan menyentuh setiap lapisan masyarakat yang membutuhkan.
