Jember – Ajang pemilihan Gus dan Ning Jember 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi lahirnya duta wisata dan budaya, tetapi juga momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, saat memberikan arahan kepada para finalis dan pemenang Gus dan Ning Jember 2026. Ia menyebut, para pemuda yang berhasil menembus jajaran terbaik merupakan aset strategis yang dimiliki Kabupaten Jember.Saptu (13/6/2026 ).
Menurutnya, kualitas generasi muda tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kecakapan di bidang seni, budaya, komunikasi, dan kepedulian terhadap daerah. Karena itu, keberadaan Gus dan Ning diharapkan mampu menjadi wajah Jember sekaligus penggerak kemajuan daerah.
“Anak-anak muda Jember memiliki potensi luar biasa. Mereka adalah modal besar untuk membawa nama Jember semakin dikenal dan semakin maju,” ujar Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Jember itu juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Di sektor kesehatan, Pemkab Jember terus memastikan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, mendapatkan akses layanan kesehatan secara gratis dan mudah.
Sementara itu, dari sisi konektivitas, Bandara Jember yang kini telah melayani penerbangan langsung ke Jakarta dinilai menjadi langkah penting untuk membuka akses investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Gus Fawait juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Jember mencatatkan performa ekonomi yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadikan Jember sebagai salah satu daerah dengan perkembangan terbaik di kawasan Sekarkijang.
Dengan berbagai capaian tersebut, ia optimistis Kabupaten Jember mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di Jawa Timur. “Kita ingin Jember menjadi Singa Ekonomi di ujung timur Pulau Jawa, dan saya yakin hal itu bisa terwujud dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif Gus dan Ning Jember,” katanya.
Di akhir sambutannya, Gus Fawait juga menyampaikan pesan kepada kalangan mahasiswa dan generasi muda agar tidak ragu menyampaikan kritik maupun aspirasi kepada pemerintah. Menurutnya, demonstrasi dan audiensi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.
Namun, ia mengingatkan bahwa penyampaian pendapat harus dilakukan secara santun dan bermartabat. Kritik diperbolehkan, tetapi tidak dengan cara mencaci, menghina, atau merendahkan orang lain, karena hal itu tidak sejalan dengan nilai dan budaya masyarakat Jember.( ADV )
