Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 2,55 persen pada 2025. Meski demikian, Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai karena masih ada sekitar 12.500 warga yang membutuhkan pekerjaan.
Pernyataan itu disampaikan Bupati saat menghadiri Job Market Fair di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Bupati, penurunan angka pengangguran merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri.
“Penurunan TPT ini patut kita syukuri sebagai buah dari kerja bersama. Tetapi saya tegaskan, kita tidak boleh cepat puas. Selama masih ada sekitar 12.500 warga yang belum mendapatkan pekerjaan, maka tugas kita belum selesai,” tegas Abdul Hamid Wahid.
Mayoritas pencari kerja di Bondowoso, lanjutnya, merupakan lulusan SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), hingga perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja.
Bupati menegaskan, strategi utama yang terus didorong Pemkab Bondowoso adalah menciptakan iklim investasi yang ramah dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami membuka karpet merah bagi investor yang ingin menanamkan modal di Bondowoso. Tetapi investasi yang datang harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar masuk, melainkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi 40 perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Market Fair dengan membuka ratusan lowongan pekerjaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi jembatan yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Bupati berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar penyerapan tenaga kerja semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah semakin kokoh, dan kesejahteraan masyarakat Bondowoso dapat terwujud melalui tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih luas.
