Sidoarjo – Musyawarah Dusun (Musdus) Dusun Mlagi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, pada Minggu (17/11/2024), membahas pembangunan jalan di atas tanggul irigasi yang sempat menjadi sorotan. Pembangunan ini dilakukan setelah diterimanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bernomor PW0301-Am/1841 tertanggal 5 Oktober 2024, terkait dugaan pelanggaran penggunaan lahan tanggul.
Kepala Desa Ngaban, Budi Utomo, S.Sos, dalam musyawarah tersebut menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut bertujuan untuk kepentingan warga, khususnya petani, bukan untuk kepentingan pribadi. Sebelumnya, jalan di atas tanggul tersebut tidak stabil, sering tergenang, dan sulit dilalui. Kini, jalan tersebut telah memberi manfaat besar sebagai akses penghubung antara Desa Ngaban Dusun Mlagi dan Desa Balonggabus.
“Pembangunan jalan di atas tanah sempadan sungai ini murni untuk warga. Sebelum ada jalan, tanah sering longsor dan sulit dilewati, terutama saat musim hujan. Sekarang, jalan ini bermanfaat bagi semua, termasuk petani dan masyarakat dari desa lain,” jelas Budi Utomo.
Dukungan dari Gapoktan dan Petani
Ketua Gapoktan Desa Ngaban, Masrul Anam, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil aspirasi petani yang telah lama mengeluhkan sulitnya mengangkut hasil panen.
“Dulu, kalau panen dari sebelah barat, kami kesulitan membawa hasil tani karena jalannya sempit dan mudah rusak. Biaya angkut juga jadi lebih mahal. Dengan adanya jalan ini, petani sangat terbantu, biaya transportasi turun, dan hasil panen lebih mudah diangkut,” ujar Masrul Anam.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan tersebut yang dianggap sebagai solusi atas keluhan para petani selama bertahun-tahun. “Kami berharap dukungan terus diberikan untuk pembangunan ini, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan warga,” tambahnya.
Apresiasi dari Warga dan Perempuan Desa
Santuri (52), warga Desa Balonggabus yang sering melewati jalan tersebut, mengungkapkan perubahan signifikan yang dirasakannya. “Dulu, jalan di tanggul ini sempit dan setapak. Banyak yang terjatuh kalau lewat sini. Sekarang, jalan sudah lebar dan bisa dilewati sepeda motor maupun mobil. Kami sangat mendukung pembangunan ini,” katanya.
Senada dengan itu, Yuyun, salah satu tokoh perempuan Desa Ngaban, menilai langkah Pemdes sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Saya yakin pembangunan ini didukung banyak pihak karena manfaatnya nyata. Saya dan ibu-ibu di desa siap memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini,” ujarnya.
Klarifikasi Pemerintah Desa
Sekretaris Desa Ngaban, Rizky Akbar, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional untuk mendukung aktivitas petani. Ia menegaskan bahwa penggunaan tanah tanggul tidak dimaksudkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Selama ini, akses untuk kegiatan pertanian sangat sulit. Dengan adanya jalan ini, mobil bisa masuk ke lahan tani, sehingga biaya operasional turun. Ini adalah langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Rizky Akbar.
Terkait tuduhan pengurangan lebar dan tinggi tanggul, ia menyebutkan bahwa setelah survei bersama BBWS, LSM LIRA, dan Pemdes, lebar tanggul saat ini mencapai sekitar 7 meter, lebih lebar dibandingkan sebelumnya yang hanya 3–4 meter. “Kami sedang melengkapi izin yang diperlukan sesuai arahan BBWS,” tambahnya.
Harapan untuk Penyelesaian
Sekretaris Camat Tanggulangin, Widia Helita, menyatakan bahwa polemik ini muncul karena miskomunikasi antarinstansi. Ia berharap masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik melalui koordinasi antar-pemerintah.
“Ini bisa menjadi pelajaran penting. Semoga ada solusi terbaik yang tidak hanya memperhatikan aspek legalitas, tetapi juga kebermanfaatannya bagi masyarakat,” kata Widia Helita.
Dengan dukungan luas dari berbagai pihak, pembangunan jalan tanggul ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian warga Desa Ngaban serta sekitarnya. Dukungan dari masyarakat, petani, dan tokoh desa menjadi bukti nyata bahwa inisiatif ini memiliki dampak positif yang besar bagi kehidupan sehari-hari mereka.
