Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto, menggelar reses di Dusun 8 RT 38, kawasan TPA An Nur G. House Swarga Bara, Sangatta Utara, pada Minggu (17/11/2024). Dalam pertemuan ini, salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan pelatihan digital marketing untuk pemuda setempat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi di era digital.
Renaldi, seorang warga yang hadir, menyampaikan bahwa kebutuhan pelatihan di bidang digital marketing bagi anak muda sangat mendesak. Menurutnya, kemajuan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan dengan maksimal, terutama oleh generasi muda.
“Teknologi informasi sekarang sudah sangat maju, dan banyak hal bisa dilakukan melalui digital marketing. Kalau pemuda di sini dilatih, mereka bisa memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan ekonomi mereka. Jangan sampai ketinggalan zaman,” ujar Renaldi.
Pentingnya Transformasi Digital untuk Pemuda
Menanggapi aspirasi tersebut, Pandi Widiarto menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi informasi tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan, terutama bagi anak muda yang kreatif dan inovatif.
“Semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia usaha berbasis digital. Ini menunjukkan bahwa iklim usaha kita mulai bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Pemuda harus didorong untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang ini,” ujar Pandi.
Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sangatta Utara ini menambahkan, pemerintah daerah perlu memikirkan langkah konkret untuk memberikan dukungan dan fasilitas bagi anak muda agar kompetensi mereka di bidang teknologi informasi bisa lebih optimal.
Dorongan untuk Hadirkan Lembaga Pendidikan Teknologi
Pandi juga menyoroti pentingnya keberadaan lembaga pendidikan yang mampu mengakomodir kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Menurutnya, sekolah kejuruan atau universitas yang fokus pada bidang ini perlu dihadirkan di Kutai Timur.
“Di bidang digitalisasi, ada segmen pasar yang sangat besar dan terus berkembang. Generasi muda kita harus siap untuk bersaing di dalamnya. Pemerintah daerah bisa memulai dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang sesuai untuk membangun kompetensi mereka,” jelas Pandi.
Ia menekankan bahwa bidang teknologi informasi memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian, baik di tingkat lokal maupun global. Oleh karena itu, pelatihan seperti digital marketing dapat menjadi pintu awal bagi pemuda untuk memasuki dunia usaha berbasis teknologi.
Harapan untuk Pemerintah Daerah
Pandi berharap aspirasi warga ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui program-program pelatihan atau workshop yang dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya pemuda. Selain itu, ia mendorong agar pemerintah daerah mulai merancang kebijakan jangka panjang untuk memperkuat sektor pendidikan berbasis teknologi.
“Peluang ini tidak boleh disia-siakan. Kita perlu mempersiapkan generasi muda agar mampu memanfaatkan potensi teknologi informasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendukung pembangunan daerah,” pungkas Pandi.
Reses ini menjadi momen penting untuk menggali kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap tantangan di era digital.
