Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar acara pencanangan gerakan pembagian dan pemasangan 7800 bendera merah putih di seluruh wilayah kota. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkokoh semangat kebangsaan dan semangat nasionalisme serta menggerakkan ekonomi di Kota Mojokerto. Pihaknya berharap 7800 bendera merah putih bisa berkibar sejak tanggal 1-31 Agustus 2023.
Peserta yang hadir kegiatan ini terdiri dari ormas 41 orang, FKDM 41 orang, Anggota Korsik 30 orang, Anggota Paskibraka 2022 77 orang, perwakilan parpol peserta pemilu 18 orang, karang taruna 5 orang, kwarcab 5 orang, perwakilan SMAN di Kota Mojokerto.
Kekuatan Sinergi dan Kolaborasi di Kota Mojokerto
Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menekankan bahwa gerakan pemasangan bendera merah putih ini merupakan hasil kolaborasi dari Forkopimda Pemerintah Kota Mojokerto, masyarakat, partai politik, dan pelajar. Kekuatan sinergi ini menunjukkan bahwa bersama-sama, mereka mampu berkomunikasi dan bekerja bersatu demi Kota Mojokerto.
“Pencanangan gerakan pembagian dan pemasangan 7800 bendera merah putih merupakan kolaborasi Forkopimda Pemerintah Kota Mojokerto, masyarakat, partai politik dan pelajar. Ini merupakan satu kekuatan bahwa kita mampu berkomunikasi untuk bersinergi di Kota Mojokerto,” jelas Ning Ita di Alun-alun Kota Mojokerto, Senin (31/7/2023).
Mengenang Perjuangan dan Menguatkan Nasionalisme
Ning Ita mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksi perjuangan para pendahulu yang telah berjuang dengan luar biasa untuk meraih kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya menguatkan rasa nasionalisme sebagai langkah untuk menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme. Relief sejarah yang akan dibangun di Tugu Arya Wiraraja diharapkan bisa menjadi pusat literasi sejarah Kota Mojokerto.
“Insya Allah tahun ini masyarakat akan bisa melihat di masing-masing sisi dari Tugu Arya Wiraraja yang dibawahnya nanti akan dibangun relief. Relief tersebut mengisahkan narasi sejarah perjuangan di Kota Mojokerto. Jadi disana nanti bisa sebagai pusat literasi sejarah Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.
Sukseskan Pesta Demokrasi 2024 dan Keharmonisan Kota Mojokerto
Ning Ita juga mengingatkan bahwa pada tahun 2024, seluruh warga bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi dua kali, yaitu di bulan Februari dan November. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kota Mojokerto untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut dan menjaga keharmonisan kota. Perbedaan harus menjadi sebuah kekuatan kebhinekaan, bukan sebagai pemisah.
“Justru sebaliknya, jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan kebhinekaan untuk bisa berjalan dengan sangat harmonis dan penuh dengan kecintaan,” tutup Ning Ita.
Kegiatan ini juga hadir Sekda Kota Mojokerto, Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Komandan Denpom V/2 Mojokerto, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Perwakilan Kodim 0815/Mojokerto, Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto.
