Sidoarjo – Menjelang pesta demokrasi tingkat desa, suasana politik di Sidoarjo mulai menghangat. Namun di tengah kompetisi yang akan berlangsung, ratusan calon kepala desa memilih mengedepankan persatuan dengan menandatangani deklarasi damai sebagai komitmen menjaga stabilitas wilayah selama tahapan pemilihan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Deklarasi Damai menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada [24 Mei 2026]. Sebanyak 230 calon kepala desa dari 80 desa menyatakan komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung. Kegiatan yang digelar di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (13/5/2026) itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh kandidat kepala desa.
Deklarasi damai tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Sidoarjo, Subandi, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816, Ketua DPRD Sidoarjo, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Kehadiran unsur pimpinan daerah menjadi simbol dukungan terhadap penyelenggaraan Pilkades yang aman, tertib, dan demokratis.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan di desa, tetapi juga bagian penting dari proses demokrasi yang menentukan arah pembangunan masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, pemimpin desa yang baik akan berpengaruh besar terhadap kemajuan kabupaten secara keseluruhan.
“Desa yang kuat akan melahirkan kabupaten yang kuat. Marilah kita jadikan Pilkades sebagai sarana memilih pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan dan membawa kemajuan,” ujar Subandi.
Ia juga mengapresiasi sikap para calon kepala desa dan tim sukses yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak terprovokasi isu negatif, fitnah, maupun ujaran kebencian selama masa persiapan Pilkades.
Tak hanya mengajak menjaga persatuan, Bupati Sidoarjo turut meminta jajaran pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan untuk memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing. Camat, kapolsek, dan danramil diminta melakukan pemetaan potensi kerawanan sebagai langkah antisipasi agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman.
“Saya instruksikan kepada Camat dan Forkopimcam untuk melakukan pendampingan ketat. Antisipasi setiap potensi kerawanan agar pelaksanaan tetap lancar dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, menyebut Pilkades serentak tahun ini diikuti 230 kandidat yang tersebar di 17 kecamatan. Menurutnya, deklarasi damai menjadi langkah penting untuk membangun komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Tujuannya jelas, kita ingin membangun komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Kita dorong kampanye yang santun agar menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan berkualitas,” pungkas Ainun.
Selain mengedepankan stabilitas keamanan, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kampanye yang edukatif dan bebas dari praktik politik uang atau money politics. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memilih pemimpin desa secara objektif berdasarkan kapasitas dan integritas kandidat.
Melalui deklarasi damai tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap Pilkades serentak pada [24 Mei 2026] dapat berlangsung lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
