Bondowoso – “Dapur gizi” di Desa Pancoran kini bukan sekadar tempat makanan bergizi disiapkan, tetapi juga menjadi denyut baru ekonomi warga. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran, Kecamatan Bondowoso, dinilai mampu menghadirkan manfaat ganda melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat sekaligus membuka ruang kerja bagi masyarakat desa.
Owner SPPG Pancoran, Ali Hasan Mun’in (AHM), menyebut program tersebut telah memberi dampak nyata bagi warga sekitar. Di bawah naungan Yayasan Rahayu Wargi Pasundan, SPPG Pancoran melibatkan 51 relawan aktif setiap hari. Mereka bertugas dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari pengolahan bahan pangan, memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan bergizi ke sekolah dan penerima manfaat lain.
Mayoritas relawan yang terlibat merupakan warga Desa Pancoran. Sebagian dari mereka sebelumnya bekerja serabutan, sementara lainnya sempat merantau ke luar daerah untuk mencari penghasilan. Kehadiran SPPG Pancoran membuat mereka kini memiliki pekerjaan lebih jelas, penghasilan lebih stabil, dan tetap bisa tinggal bersama keluarga di kampung halaman.
“Sekarang kami punya pekerjaan yang jelas dan tetap bisa bekerja di desa sendiri,” ujar salah satu relawan, Soni Luki Asmadi atau Soni Danke, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Soni, Program MBG membawa perubahan besar bagi masyarakat desa. Pekerjaan yang tersedia di SPPG Pancoran tidak hanya membantu kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga karena warga ikut terlibat dalam pelayanan sosial untuk anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga pendidik.
AHM mengapresiasi semangat para relawan yang setiap hari bekerja menjaga kualitas pelayanan. Ia menilai kekompakan warga menjadi kunci agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Semangat dan kekompakan relawan menjadi kekuatan utama kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi generasi sehat dan kuat,” katanya.
Setiap hari, SPPG Pancoran menyalurkan 2.503 paket makanan bergizi kepada siswa, tenaga pendidik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Paket tersebut didistribusikan ke 21 lembaga pendidikan serta penerima manfaat lain yang masuk dalam sasaran pelayanan MBG.
Selain mendukung pemenuhan gizi, keberadaan SPPG Pancoran juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Aktivitas dapur yang berlangsung setiap hari membuka kebutuhan tenaga kerja, memperkuat perputaran ekonomi desa, dan memberi harapan baru bagi warga yang sebelumnya harus mencari nafkah di luar daerah.
Dengan keterlibatan puluhan relawan lokal, SPPG Pancoran menjadi contoh bahwa program pemenuhan gizi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Dari dapur desa, manfaat MBG tidak hanya sampai ke meja makan penerima, tetapi juga menghidupkan kembali optimisme ekonomi warga Pancoran.
