Sidoarjo – Di tengah derasnya arus digital, promosi wisata tak lagi cukup mengandalkan panorama indah semata. Desa wisata kini dituntut piawai bercerita lewat layar ponsel. Menjawab tantangan itu, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turun langsung ke desa untuk membekali pemuda dengan keterampilan kecerdasan artifisial (AI) dan produksi konten digital.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut dilaksanakan di Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus memperkuat kapasitas promosi desa wisata berbasis media digital.
Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Unesa, Anam Miftakhul Huda, menjelaskan bahwa keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat desa memaksimalkan potensi wisata melalui pendekatan komunikasi kreatif.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapatkan sambutan meriah dari para pemuda Desa Tambakcemandi,” kata Anam, Senin (11/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Ilmu Komunikasi Unesa memberikan pelatihan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus strategi produksi konten digital yang relevan dengan kebutuhan promosi wisata masa kini. Mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya peserta mata kuliah Rekayasa Sosial, turut dilibatkan sebagai pendamping lapangan.
Para peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, termasuk fenomena lipstick effect marketing, pemanfaatan AI untuk brainstorming ide kreatif, hingga teknik membuat konten yang berpotensi masuk halaman For Your Page (FYP) di media sosial.
Materi pelatihan disampaikan oleh dosen Ilmu Komunikasi Unesa, Hafni Amalia Juniarti dan Muhammad Hilmy Aziz. Keduanya tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik langsung membuat konten promosi berbasis video dengan memanfaatkan potensi lokal Desa Tambakcemandi.
Sejumlah lokasi wisata desa dijadikan titik praktik pembuatan konten, termasuk kawasan wisata susur sungai yang menampilkan aktivitas masyarakat nelayan serta Cafe Kalitekung yang mulai berkembang menjadi salah satu destinasi lokal unggulan.
Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta maupun perangkat desa terlihat tinggi. Para pemuda desa aktif mengikuti pelatihan karena materi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan promosi wisata sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap masyarakat desa tidak hanya memahami penggunaan teknologi digital, tetapi juga mampu mengelolanya secara kreatif dan berkelanjutan sebagai alat penggerak ekonomi lokal.
Dengan meningkatnya kemampuan promosi berbasis media sosial dan AI, Desa Tambakcemandi diharapkan semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Kehadiran teknologi, dalam konteks ini, diharapkan bukan menggantikan peran masyarakat, melainkan menjadi jembatan agar potensi desa dapat menjangkau lebih banyak wisatawan.
Teks Foto: Dosen Ikom Unesa, mahasiswa, dan pemuda desa berfoto bersama usai mengikuti pelatihan penguatan literasi AI dan pembuatan konten digital di Desa Tambakcemandi, Sedati, Sidoarjo.
