Padang – Dalam situasi darurat yang menyelimuti Sumatera Barat usai banjir dan galodo melanda sejumlah wilayah, langkah cepat Fraksi Partai NasDem DPR RI hadir layaknya “tangan yang terulur sebelum diminta.” Ribuan warga yang sempat terisolasi mendapat kejutan tak terduga ketika bantuan berskala besar mulai mengalir dari legislator Dapil Sumbar I, M. Shadiq Pasadigoe, bersama struktur partai di berbagai daerah.
Di Posko NasDem Padang Peduli Bencana di Gunung Pangilun, atmosfer berubah drastis sejak pagi. Truk pembawa bantuan berdatangan tanpa jeda, menurunkan beras, minyak goreng, sarden, air minum, berbagai kebutuhan kesehatan, hingga dukungan tunai Rp5 juta untuk memperkuat dapur umum. Kehadiran suplai itu disambut warga seperti “hembusan napas baru” setelah berhari-hari berjibaku melawan situasi genting.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Nasrul A., yang hadir mewakili Shadiq Pasadigoe. Ia menyampaikan bahwa ketidakhadiran Shadiq tidak mengurangi komitmennya untuk membantu masyarakat secara langsung.
“Ini bentuk perhatian Kak Shadiq kepada masyarakat. Beliau ingin, walaupun tidak berada di sini, kepedulian tetap sampai langsung ke tangan warga,” kata Nasrul.
Gerak cepat itu tidak hanya terjadi di Padang. Bantuan serupa mengalir serentak ke Padang Panjang, Tanah Datar, dan Kota Solok melalui DPD NasDem setempat. Paket-paket logistik didistribusikan kepada warga yang rumahnya tertimbun lumpur dan material banjir bandang. Para relawan menggambarkan arus bantuan itu sebagai “banjir yang mengalir balik ke rakyat.”
Tak berhenti di daerah yang mudah dijangkau, Relawan M. Shadiq Pasadigoe Centre (MSP) bergerak ke lokasi-lokasi terpencil yang sebelumnya sama sekali belum tersentuh bantuan. Mereka menembus jalan berlumpur dan akses yang terputus demi mencapai warga yang telah berhari-hari terisolasi. Di beberapa tempat, tangis kelegaan pecah ketika relawan datang membawa air bersih dan kebutuhan mendesak.
“Baru kali ini ada yang sampai ke sini,” ujar seorang warga yang menerima bantuan air minum dari relawan MSP.
Aksi kemanusiaan itu semakin diperkuat dengan diterjunkannya ekskavator untuk membersihkan material galodo. Rumah-rumah yang semula tertutup lumpur mulai tampak kembali, sementara akses jalan yang terganggu bongkahan batu berhasil dibuka dalam hitungan jam. Kecepatan penanganan tersebut membuat banyak warga takjub, mengingat pembersihan manual dapat memakan waktu hingga berminggu-minggu.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Padang, Syamsu Rizal, menyampaikan apresiasi terhadap kerja cepat Shadiq Pasadigoe dan seluruh jajaran partai.
“Sesuai arahan Ketua DPD Kota Padang, Buya Maigus Nasir, bantuan Kak Shadiq langsung kita salurkan ke warga. Koordinasi dengan pengurus kecamatan sudah berjalan di Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Pauh. Semua bergerak cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Posko NasDem terus dipenuhi aktivitas, dengan Garda Pemuda NasDem dan struktur kecamatan bekerja siang dan malam untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam pernyataannya pada Kamis (5/12/2025), Shadiq Pasadigoe menegaskan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar simpati.
“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kehadiran dan kepedulian. Saya bersama Fraksi NasDem DPR RI bergerak tanpa henti untuk meringankan beban warga. Bantuan dari DPD-DPD, relawan MSP, hingga alat berat adalah ikhtiar nyata kami. Semoga Sumatera Barat segera pulih.”
Dengan meluasnya penyaluran bantuan, harapan baru mulai terasa di berbagai titik terdampak. Respons cepat ini menjadi gambaran kolaborasi politik dan kemanusiaan yang bekerja bersisian di tengah bencana.
