Sangatta – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kutai Timur resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV di Hotel Royal Victoria Sangatta, Sabtu (6/9/2025). Acara ini menjadi tonggak penting bagi PKS Kutim dalam melakukan estafet kepemimpinan, konsolidasi struktur organisasi, serta menyiapkan kaderisasi yang lebih matang menuju kontestasi politik ke depan.
Pengukuhan Pengurus Hasil Electronic Voting
Dalam Musda IV ini, secara resmi dilakukan pengukuhan pengurus baru Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kutim untuk periode 2025–2030. Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari proses electronic voting yang telah dilaksanakan sejak Juni–Juli lalu, sesuai arahan Presiden PKS yang didelegasikan kepada DPW di masing-masing provinsi.
Ketua DPW PKS Kalimantan Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung membacakan sambutan Presiden PKS. Ia menegaskan bahwa Musda IV bukan hanya seremonial pergantian kepengurusan, melainkan juga momen konsolidasi sejak dini agar PKS tetap eksis dan kokoh menghadapi dinamika politik di daerah maupun nasional.
“Musda ini adalah bagian dari komitmen PKS untuk memperkuat kaderisasi (K2) dan pelayanan publik (P2). Dengan konsep K2P2, kami ingin memastikan PKS terus hadir, bersinergi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Ardiansyah.
Strategi Politik dan Konsolidasi
Ketua DPD PKS Kutim, Akhmad Wasrip, menegaskan bahwa Musda kali ini fokus pada tiga strategi utama: mengonsolidasikan mesin politik, memperkuat kaderisasi, dan membangun kolaborasi.
“Musda ini adalah momentum untuk mensolidkan struktur PKS hingga ke tingkat ranting. Kita akan fokus pada kaderisasi yang berkelanjutan serta memperluas kolaborasi dengan semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun generasi muda. PKS Kutim ingin menjadi partai kolaborasi dan sinergi,” kata Wasrip.
Ia menambahkan, PKS Kutim juga akan memperkuat peran Rumah Keluarga Indonesia (RKI) sebagai wadah pembinaan perempuan dan keluarga. “RKI menjadi salah satu ujung tombak kami untuk membangun titik-titik kolaborasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Siap Hadapi Kontestasi Politik
Ketika ditanya soal proyeksi PKS Kutim menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang, Wasrip menyampaikan bahwa nama-nama calon pemimpin sudah mulai dipersiapkan. Namun, PKS akan tetap mengedepankan mekanisme musyawarah internal sebelum memunculkan figur ke publik.
“Nama itu banyak, tapi waktunya nanti yang akan menentukan. Sesuai tradisi PKS, semua melalui musyawarah. Jadi, ketika saatnya tiba, kita akan tampilkan kader terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, terkait peluang penambahan kursi di DPRD Kutim, Wasrip menilai hal itu masih bergantung pada jumlah penduduk. “Kalau penduduk Kutim mencapai 500 ribu, secara aturan bisa ditambah kursi DPRD-nya. Itu tentu membuka peluang bagi PKS untuk menambah representasi,” tambahnya.
Arahan dari DPW PKS Kaltim
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah Sulaiman juga menyampaikan bahwa PKS Kutim harus siap menjadi bagian dari trias politika. “Sebagai partai politik, PKS tidak hanya menyiapkan diri di legislatif, tetapi juga eksekutif. Itu sudah menjadi konsekuensi logis partai dalam sistem politik Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi lintas generasi. “Pesan Presiden PKS jelas: sinergi antara kader muda dan senior, antara tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dengan kolaborasi itu, PKS akan semakin kuat menatap 2029,” tegas Ardiansyah.
Hadirkan Pesan Kebersamaan
Musda IV PKS Kutim juga dihadiri jajaran pengurus DPTD periode sebelumnya, anggota DPRa dan DPC PKS, serta perwakilan partai politik lain di Kutai Timur. Suasana khidmat tampak sejak awal acara, terutama saat seluruh peserta mendoakan almarhum tokoh PKS dan masyarakat yang telah wafat.
Musda yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan doa dan komitmen bersama seluruh pengurus baru untuk memperkuat ruhiyah kader hingga ke tingkat RT, sekaligus memperluas pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat Kutim.
“PKS Kutim harus menjadi partai yang melayani, membela, dan memberdayakan masyarakat. Itulah amanah Musda IV ini,” pungkas Akhmad Wasrip.
