Sangatta – Dalam suasana penuh haru dan optimisme, Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kutai Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Hotel Royal Victoria Sangatta, Sabtu (6/9/2025). Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa bakti pengurus periode 2020-2025 sekaligus pengukuhan kepengurusan baru untuk periode 2025-2030.
Musda ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas partai tampak hadir perwakilan dari Demokrat, NasDem, PAN, Perindo dan Gerindra. Kehadiran mereka disebut sebagai wujud kolaborasi politik daerah yang sehat.
Dalam Musda ini, sebanyak 121 pengurus resmi dikukuhkan dengan komposisi hampir seimbang, yakni 62 laki-laki (51%) dan 59 perempuan (49%). Proporsi tersebut dipandang sebagai cerminan semangat kesetaraan dan komitmen PKS untuk memberi ruang lebih besar bagi perempuan di politik lokal.
Ketua DPW PKS Kalimantan Timur, Ardiansyah Sulaiman, hadir memberi sambutan. Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh PKS adalah langkah penting menuju kemenangan politik di masa depan.
“Sinergi antara generasi muda dan senior menjadi kunci. PKS tidak hanya berpolitik, tetapi juga berkhidmat melalui pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, dalam pidato politik yang dibacakan Ardiansyah menekankan bahwa Musda adalah forum strategis yang harus menghasilkan keputusan penting bagi partai. Ia juga mengingatkan para kader agar aktif menjaga kondusivitas sosial di tengah situasi bangsa yang masih penuh tantangan.
“PKS menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam gelombang protes belakangan ini. Mari rawat persatuan, jangan beri ruang pada provokasi,” pesannya.
Lebih lanjut, Almuzzammil menegaskan bahwa Musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga PKS. Ia menginstruksikan pengurus baru untuk memperkuat visi partai: mengokohkan identitas sebagai partai Islam Rahmatan Lil’alamin yang bersih, peduli, dan profesional.
Agenda Musda juga memaparkan hasil konsolidasi partai sejak Juni 2025, termasuk penerapan sistem e-voting dalam pemilihan pengurus. Mekanisme ini dinilai sebagai terobosan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas internal partai.
“Dengan e-voting, aspirasi kader benar-benar tersalurkan. Proses ini menjadi bukti bahwa PKS serius membangun tradisi demokrasi yang sehat,” ungkapnya.
Tak hanya soal kepengurusan, Musda IV PKS Kutim menegaskan strategi besar menuju Pemilu 2029. Partai berkomitmen membangun konsolidasi hingga ke tingkat RT, dengan mengedepankan program kaderisasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kemenangan 2029 harus diraih dengan kebersamaan. Tokoh muda dan senior akan bergandeng tangan untuk rakyat,” tuturnya.
Selain itu, Presiden PKS juga menekankan program K2P2 (Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik) yang akan menjadi fondasi kerja partai lima tahun ke depan. Program ini menyasar penguatan ekonomi kader, rekrutmen anggota baru, serta kerja nyata dalam pelayanan masyarakat.
Sebagai penutup, Musda IV mengajak seluruh kader untuk menyukseskan Musyawarah Nasional (Munas) PKS yang akan digelar pada 27–29 September 2025. Munas dijadwalkan sederhana namun strategis, bahkan direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Acara Musda IV PKS Kutim berakhir dengan doa bersama, simbol harapan agar pengurus baru diberi kekuatan menjalankan amanah. Dengan wajah penuh optimisme, para kader meninggalkan ruangan dengan semangat baru: membangun umat, bangsa, dan Kutai Timur menuju kemenangan politik 2029.
