Kutim – Posyandu di Kutim, meskipun menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur (Kaltim), Ronny Bonar, menyoroti permasalahan serius terkait Posyandu.
“Posyandu sebenarnya bukan di bawah DPPKB. Tapi rata-rata masyarakat kurang antusias ke Posyandu karena banyaknya fasilitas kesehatan swasta,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/11/2023).
Menurut Bonar, minat masyarakat cenderung beralih ke fasilitas kesehatan swasta, terutama yang menawarkan layanan gratis. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya balai Posyandu di setiap kecamatan. Hanya delapan kecamatan yang memiliki balai, sementara sebagian besar Posyandu masih menggunakan rumah warga sebagai tempat kegiatan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Bonar mengungkapkan rencananya untuk mengusulkan pembangunan lebih banyak balai Posyandu pada tahun depan. “Ini juga salah satu program yang akan kita usulkan untuk tahun depan, untuk mengusulkan balai. Dan memang balai ini salah satu bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) selama ini,” ucapnya.
Bonar menekankan bahwa upaya meningkatkan minat masyarakat terhadap Posyandu tidak hanya melibatkan pembangunan fisik, tetapi juga strategi pemasaran yang kreatif. DPPKB Kutai Timur berencana mengadakan kegiatan dengan doorprize untuk menarik perhatian orangtua agar lebih aktif membawa anak-anaknya untuk diimunisasi.
“Mereka takut anaknya dikatakan stunting. Padahal, kita ingin tahu jangan sampai anaknya terkena stunting. Merubah mindset masyarakat, inilah yang menjadi tugas utama kita yang harus dihadapi selain sumber daya manusia (SDM),” tegas Bonar.
Dengan demikian, DPPKB berharap dapat merangsang partisipasi masyarakat dan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perawatan kesehatan yang optimal, sehingga dapat mencegah risiko stunting di Kutai Timur. Program kreatif dan strategis diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
