Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dengan meningkatnya jumlah lowongan kerja baik di dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tersedia sebanyak 341.086 lowongan di berbagai sektor industri.
“Angka ini mencerminkan pertumbuhan positif pasar tenaga kerja Indonesia dan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan karier di berbagai sektor industri,” ujar Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
62.102 Lowongan Kerja di Dalam Negeri
Saat ini, terdapat 62.102 lowongan kerja di dalam negeri yang berasal dari 16.166 perusahaan. Lima sektor dengan jumlah lowongan terbanyak meliputi:
- Penjualan – 4.015 lowongan
- Manufaktur, transportasi, dan logistik – 3.563 lowongan
- Hospitality dan pariwisata – 3.370 lowongan
- Ritel dan produk konsumen – 3.186 lowongan
- Akuntansi – 2.536 lowongan
- Adapun lima jenis pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan adalah:
- Enumerator sensus penduduk – 1.000 lowongan
- Kasir/pramuniaga – 960 lowongan
- Operator mesin jahit – 801 lowongan
- Operator mesin – 622 lowongan
- Sales – 537 lowongan
Dari sisi wilayah, Daerah Khusus Jakarta menjadi daerah dengan jumlah lowongan kerja terbanyak, yakni 25.115 lowongan. Disusul Jawa Barat (6.946 lowongan), Jawa Timur (4.335 lowongan), Jawa Tengah (4.301 lowongan), dan Banten (3.343 lowongan).
Peluang Kerja di Luar Negeri
Selain dalam negeri, tersedia pula 278.984 lowongan pekerjaan di 40 negara tujuan tenaga kerja Indonesia. Lima negara dengan jumlah lowongan terbesar adalah:
- Taiwan – 126.408 lowongan
- Malaysia – 118.316 lowongan
- Hong Kong – 59.588 lowongan
- Singapura – 26.075 lowongan
- Arab Saudi – 9.706 lowongan
Lima sektor terbesar dalam penempatan tenaga kerja luar negeri meliputi:
- Sektor domestik – 114.069 lowongan
- Aktivitas jasa lainnya (termasuk pemetikan buah) – 66.260 lowongan
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan – 59.681 lowongan
- Manufaktur – 54.902 lowongan
- Kesehatan dan pelayanan sosial – 33.949 lowongan
Menaker Yassierli menegaskan bahwa data ini menunjukkan pasar kerja yang semakin dinamis dan menjadi peluang besar bagi masyarakat.
“Bagi para pencari kerja, ini adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan karier baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan melalui berbagai platform daring, seperti portal kerja swasta, job fair nasional dan daerah, serta media sosial. Saat ini, Karirhub mencatat 11.511 lowongan dari 241 perusahaan, sementara portal Pekerja Migran Indonesia mencatat 278.984 lowongan dari 40 negara.
Dengan meningkatnya peluang kerja, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kebutuhan industri saat ini.
