Mahulu – Masyarakat Mahakam Ulu (Mahulu) menantang kedua pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Kaltim yang akan berkompetisi dalam Pilkada 2024 untuk datang langsung ke wilayah perbatasan, terutama Kecamatan Long Apari, daerah paling terpencil di Mahulu. Permintaan ini bukan sekadar ajakan kampanye, melainkan sebagai upaya agar para Paslon memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat pedalaman.
Tokoh masyarakat perbatasan Mahulu, Agustinus Lejiu, menegaskan pentingnya kehadiran para calon untuk merasakan langsung sulitnya akses dan minimnya infrastruktur di wilayah tersebut. Ia berharap kedatangan mereka tidak hanya untuk meraih dukungan suara, melainkan untuk menyusun program pembangunan yang tepat sasaran bagi daerah-daerah perbatasan seperti Mahulu.
“Jika ingin melihat masyarakat yang paling termarjinalkan di Kaltim, datanglah ke Mahulu, terutama di Long Apari. Akses ke sini sangat sulit, melewati jeram-jeram berbahaya di Sungai Mahakam. Ini bukan soal kampanye semata, tapi soal empati terhadap kondisi nyata masyarakat yang terisolasi,” kata Agustinus Lejiu, Selasa (17/9/2024).
Kabupaten Mahulu, dengan lima kecamatannya, masih menghadapi beragam masalah pembangunan, terutama infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, jaringan telekomunikasi, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan. Sulitnya akses transportasi membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, menjadikannya lebih mahal dibandingkan daerah lain di Kaltim.
Agustinus menggambarkan Mahulu sebagai potret wilayah perbatasan yang tertinggal, dengan akses yang hampir sepenuhnya bergantung pada jalur Sungai Mahakam. Meskipun ada jalur darat dan udara, sebagian besar perjalanan tetap harus melewati sungai karena jalan penghubung antar kecamatan belum memadai. Menurutnya, alokasi anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi belum cukup untuk mengatasi persoalan ini.
“Pemerintah sudah mengucurkan dana, tapi hasilnya belum optimal. Jalan penghubung ke daerah lain belum tuntas. Kami berharap kedatangan Paslon bisa mendengarkan langsung kebutuhan kami dan membawa solusi konkret,” tambah Agustinus.
Fasilitas di Perbatasan Terbatas
Agustinus menekankan bahwa kondisi hidup masyarakat Mahulu sangat berbeda dibandingkan dengan di kota-kota besar. Banyak sarana dan fasilitas dasar yang belum tersedia, sehingga masyarakat berharap gubernur Kaltim terpilih nanti memiliki visi pembangunan yang lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kami ingin program pembangunan ke depan betul-betul memiliki sasaran yang jelas. Jangan hanya fokus pada kota, karena seberapa sulitnya kehidupan di kota, fasilitasnya tetap ada. Sementara kami di sini sangat tertinggal,” ujarnya.
Harapan untuk Pemimpin Baru
Selain itu, masyarakat pedalaman Mahulu ingin melihat langsung sosok calon pemimpin mereka. Agustinus mengingat pengalaman tahun 2016, ketika warga Long Apari harus bekerja sama dengan perusahaan daerah untuk mendatangkan gubernur ke wilayah tersebut. Momen itu menjadi bukti betapa pentingnya interaksi langsung antara pemimpin dan rakyat di wilayah terpencil.
“Kami ingin calon gubernur datang, bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk benar-benar memahami bagaimana kondisi hidup kami di sini,” pungkas Agustinus.
Pada Pilkada 2024 ini, dua Paslon yang bertarung adalah Rudy Mas’ud-Seno Aji dan pasangan petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi. Warga Mahulu berharap siapa pun yang terpilih nantinya, mereka akan memberikan perhatian serius terhadap wilayah perbatasan yang selama ini terabaikan.
