Beijing – Cina mengalami lonjakan stabil dalam kewirausahaan yang dijalankan oleh perempuan, yang menunjukkan kontribusi signifikan mereka terhadap pembangunan ekonomi berkualitas tinggi di negara tersebut. Pada akhir 2024, jumlah perusahaan swasta yang melibatkan investor perempuan di Cina telah melampaui 23 juta, atau 41,6% dari total perusahaan swasta, menurut data dari Administrasi Regulasi Pasar Negara Cina yang dirilis pada Sabtu (8/3/2025).
Tren ini mencerminkan pertumbuhan pesat investasi perempuan dalam bisnis, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 9,8% sejak 2012. Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya perempuan yang memulai usaha dan berinvestasi di berbagai sektor, dari ekonomi digital hingga industri kreatif.
Pada peringatan ke-115 Hari Perempuan Internasional, Administrasi Regulasi Pasar Cina mencatat bahwa kawasan Delta Sungai Yangtze menjadi pusat kewirausahaan perempuan terdepan. Di kawasan ini, 44,5% perusahaan swasta melibatkan investor perempuan. Shanghai bahkan menonjol sebagai kota dengan keterlibatan perempuan tertinggi, di mana hampir separuh perusahaan swasta memiliki partisipasi perempuan sebagai investor. Beijing dan Liaoning juga mencatat angka tinggi, dengan lebih dari 47% perusahaan swasta memiliki investor perempuan.
Selain itu, semakin banyak perempuan berpendidikan tinggi yang memilih untuk memulai bisnis dari rumah atau di kampung halaman mereka, memberikan dampak signifikan pada pembangunan pedesaan. Mereka memainkan peran besar di sektor e-commerce, pertanian, dan kerajinan tangan tradisional, menciptakan peluang kerja dan memperkuat ekonomi lokal.
Tidak hanya di sektor tradisional, keberadaan wirausahawan perempuan juga semakin terlihat dalam industri energi dan sektor masa depan di Cina. Dalam ekonomi perak—sektor yang berkaitan dengan layanan lansia—lebih dari 80.000 perusahaan memiliki investor perempuan, mencakup 46,5% dari total pasar.
“Perempuan memanfaatkan pengalaman mereka dalam perawatan keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar dalam layanan kesehatan, perawatan lansia, dan pendidikan manusia,” kata Administrasi Regulasi Pasar Cina.
Para wirausahawan perempuan ini juga berinovasi dengan menciptakan platform komunitas, mengembangkan produk ramah lansia, serta membantu para manula dalam membangun hubungan sosial.
Para pakar ekonomi meyakini bahwa momentum kewirausahaan perempuan di Cina akan terus berkembang. Mereka diprediksi memainkan peran yang semakin besar dalam mendorong permintaan domestik serta membangun kekuatan produktif berkualitas baru di era ekonomi modern.
