Tulang Bawang – Wajah Kota Menggala dinilai membutuhkan sentuhan pembenahan agar lebih aman, rapi, dan nyaman bagi masyarakat. Dorongan itu mengemuka dalam pertemuan Ketua Komite Wartawan Indonesia (KWI) Jeffry Pratama bersama Sekretaris Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Periyadi dengan Ketua TPP-KK Herlinawati Qudrotul, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan infrastruktur dan kebersihan di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kondisi trotoar dan pepohonan di sepanjang ruas Simpang Kubur menuju kawasan Pemerintah Daerah, serta akses jalan Kampung Baru Gang Rais Aspol di belakang Polsek Menggala. Masukan tersebut disampaikan sebagai bagian dari dorongan agar pembangunan perkotaan lebih memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan.
Ketua KWI Jeffry Pratama mengatakan kondisi trotoar serta sejumlah pohon di ruas tersebut telah lama membutuhkan pembenahan. Menurutnya, akar pepohonan yang semakin besar juga perlu diperhatikan karena berpotensi mengganggu struktur trotoar dan keselamatan masyarakat.
“Sudah beberapa dekade trotoar dan pohon yang ada dari Simpang Kubur menuju arah Pemda kondisinya perlu dibenahi. Terutama pohon-pohon yang akarnya sudah besar karena dapat berisiko bagi pengguna jalan. Ini bukan sekadar persoalan keindahan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Jeffry.
Ia menilai pembangunan di Tulang Bawang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada tampilan fisik. Penataan infrastruktur, menurutnya, juga harus mempertimbangkan fungsi, keamanan, serta manfaat jangka panjang bagi warga yang menggunakan fasilitas publik setiap hari.
Selain ruas utama menuju kawasan pemerintahan, perhatian juga diarahkan pada kondisi jalan lingkungan di Kampung Baru Gang Rais Aspol. Infrastruktur jalan di kawasan permukiman dinilai penting karena langsung berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan akses terhadap berbagai layanan.
Jeffry menegaskan bahwa masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Ia berharap kritik dan saran yang diberikan organisasi kewartawanan dapat menjadi bahan evaluasi dan mendorong tindak lanjut yang lebih konkret.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TPP-KK Herlinawati Qudrotul menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan. Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“Mari kita sama-sama membenahi Kabupaten Tulang Bawang, khususnya Kecamatan Menggala,” ujar Herlinawati Qudrotul.
Menurutnya, partisipasi masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga hasil pembangunan. Kesadaran menjaga kebersihan, kerapian, serta fasilitas umum perlu berjalan seiring dengan program pemerintah agar lingkungan perkotaan dapat tetap tertata.
“Kita berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama membangun Kecamatan Menggala, khususnya dalam menjaga kota agar terlihat lebih rapi dan asri,” katanya.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah penyediaan tempat penampungan atau bak sampah di sejumlah titik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan sekaligus mendukung penataan lingkungan perkotaan.
“Saat ini kita akan mengadakan tempat penampungan sampah atau bak sampah agar Kota Menggala bisa bersih tanpa ada sampah yang berserakan. Mari kita sama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata,” ungkapnya.
Upaya pembenahan kebersihan dinilai perlu berjalan berdampingan dengan perbaikan infrastruktur. Trotoar yang layak, pengelolaan pepohonan, jalan lingkungan yang memadai, serta sistem penanganan sampah akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat.
Pertemuan KWI, AWPI, dan TPP-KK juga menjadi ruang dialog antara organisasi kewartawanan dengan pemangku kepentingan lokal. Kritik konstruktif dapat menjadi bagian dari kontrol sosial, sementara komunikasi yang terbuka diharapkan membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang ditemukan di lapangan.
Sinergi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penataan Kota Menggala bukan hanya persoalan estetika. Pembenahan ruang publik berkaitan langsung dengan aspek keselamatan, kesehatan lingkungan, aksesibilitas, dan kenyamanan warga.
Dengan komunikasi yang terus dibangun dan keterlibatan masyarakat yang semakin luas, pembenahan Kecamatan Menggala diharapkan dapat bergerak dari sekadar usulan menuju langkah nyata. Penataan trotoar, pengelolaan pohon, perbaikan jalan lingkungan, serta penyediaan sarana persampahan menjadi sejumlah pekerjaan yang dinilai perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
