Makassar – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin resmi meluncurkan FreshPax (Natural Ethylene Absorbent Active Paper Sheet). Inovasi berupa lembaran kertas aktif penyerap gas etilen berbahan dasar kulit jeruk pomelo dan arang aktif ini dikembangkan untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayuran klimakterik. Kehadiran FreshPax diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menekan angka kehilangan pangan (food loss) dan pemborosan pangan (food waste) yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Produk inovatif ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu mahasiswa Universitas Hasanuddin. Tim ini diketuai oleh Eky Sanjaya (Ekonomi Pembangunan), beranggotakan Miftah Auliatinur (Ilmu dan Teknologi Pangan), Nur Amalia (Farmasi), Fathan Wibowo (Sistem Informasi), serta Muhammad Ilham Fadillah (Akuntansi). Pengembangan proyek ini berada di bawah bimbingan langsung Dr. Shinta Dewi Sugiharti Tikson, S.E., M.Mgt.
Lahirnya FreshPax dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerugian pascapanen pada buah dan sayuran akibat proses pematangan yang dipicu oleh gas etilen. Buah klimakterik seperti pisang, mangga, alpukat, dan pepaya secara alami menghasilkan gas etilen yang mempercepat pematangan dan memotong masa simpan. Kondisi ini kerap memicu kerugian ekonomi, baik pada skala rumah tangga maupun bagi pelaku UMKM yang bergerak di sektor distribusi dan penjualan buah segar.
Untuk mengatasi masalah tersebut, FreshPax memanfaatkan limbah kulit jeruk pomelo sebagai sumber selulosa, pektin, dan polifenol. Kandungan ini berfungsi untuk membentuk struktur lembaran kertas aktif sekaligus memberikan aktivitas antimikroba. Sementara itu, kandungan arang aktif berperan krusial sebagai penyerap gas etilen, sehingga secara efektif memperlambat proses pematangan dan pembusukan selama masa penyimpanan.
Hadir dalam bentuk lembaran active paper sheet berukuran 31 × 27 cm, FreshPax dirancang sangat praktis. Pengguna hanya perlu meletakkan lembaran kertas tersebut di bawah atau di sekitar buah dan sayuran.
Dalam rangkaian kegiatan peluncuran, tim memaparkan konsep, manfaat, serta mekanisme kerja FreshPax secara langsung kepada para peserta. Audiens diberikan kesempatan untuk melihat wujud fisik produk, desain kemasan, serta berdiskusi mendalam mengenai potensi aplikasi FreshPax sebagai solusi pascapanen bernilai ekonomis.
Selain efektif menyerap etilen, FreshPax menawarkan serangkaian keunggulan kompetitif, antara lain:
- Ramah Lingkungan: Menggunakan bahan baku organik yang sepenuhnya dapat terurai secara alami (biodegradable).
- Proteksi Ganda: Memiliki sifat antibakteri alami untuk melindungi kesegaran pangan.
- Ekonomi Sirkular: Mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit jeruk pomelo menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Sebagai langkah strategis pengembangan usaha, FreshPax akan mulai dipasarkan secara luas melalui media sosial Instagram di @freshpax.pkmk, berbagai platform marketplace, pameran kewirausahaan, serta melalui kemitraan strategis dengan UMKM buah dan sayuran.
Sejalan dengan peluncuran ini, tim PKM-K Unhas juga menginisiasi kampanye edukasi bertajuk #AmankanPangan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai urgensi menekan food loss dan food waste melalui manajemen pascapanen yang lebih optimal.
Melalui inovasi FreshPax, Tim PKM-K Universitas Hasanuddin menaruh harapan besar agar produk ini dapat diadopsi sebagai solusi praktis harian bagi rumah tangga dan UMKM. Lebih dari sekadar mempertahankan kualitas kesegaran pangan, FreshPax hadir sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengurangi pemborosan pangan sekaligus mentransformasi limbah organik menjadi produk berkelanjutan yang bernilai tinggi.
