Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengembangkan jejaring investasi global dengan membidik mitra-mitra baru dari luar negeri. Setelah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Anhui, Tiongkok, Pemprov Kaltim kini mengarahkan pandangan ke Korea Selatan dan Italia sebagai calon investor strategis.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan bahwa dampak positif kerja sama dengan Anhui sudah mulai terlihat. Dalam waktu dekat, sebanyak 10 investor dari provinsi tersebut akan berkunjung ke Kaltim untuk meninjau langsung berbagai peluang investasi yang tersedia.
“Minggu depan rencananya ada kurang lebih 10 pengusaha yang akan hadir di Kalimantan Timur untuk mencari peluang usaha dan juga peluang untuk berinvestasi di Kalimantan Timur,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Seno menegaskan bahwa kedatangan para investor ini akan difasilitasi dengan melibatkan pengusaha lokal, terutama anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim, agar terbangun sinergi yang saling menguntungkan.
“Tentu saja mereka membutuhkan partner-partner lokal, sehingga nanti apa yang cocok bisa dikerjasamakan dengan para pengusaha Kaltim,” tegasnya.
Ia berharap keterlibatan HIPMI tidak hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam kemitraan ekonomi global yang berdampak pada pertumbuhan usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja.
“Kalau ini bisa kita jodohkan sebagai partner bisnis, maka Kaltim akan lebih baik lagi dan lebih berkembang, serta usaha lokalnya bisa tumbuh untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian Kaltim juga,” jelasnya.
Sektor peternakan menjadi salah satu peluang kerja sama yang ditawarkan kepada investor luar dan HIPMI Kaltim. Seno menilai sektor ini memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas SDM dan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin membuat HIPMI Kaltim menjadi satu organisasi besar dan memiliki usaha yang baik serta bisa menghidupkan banyak orang di Kaltim,” ujarnya penuh harap.
Lebih lanjut, Seno menyebutkan bahwa setelah Tiongkok, Kaltim kini tengah menjalin komunikasi dengan pihak dari Korea Selatan dan Italia yang menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di sektor-sektor strategis di Kaltim.
“Saat ini masih China, kemudian ada Korea Selatan dan Italia yang tertarik untuk berinvestasi,” tutupnya.
Langkah ekspansi investasi ini menunjukkan keseriusan Kaltim dalam membangun ekonomi daerah yang terbuka terhadap kemitraan internasional dan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dari prosesnya. (ADV).
