Mahulu – “Perempuan adalah tiang keluarga” bukan sekadar ungkapan, tetapi gambaran tentang besarnya peran kaum perempuan dalam membangun kehidupan rumah tangga hingga masyarakat. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) ke-102 pun menjadi ruang untuk kembali menguatkan peran tersebut, terutama melalui peningkatan kualitas diri dan kehidupan iman perempuan di Kabupaten Mahakam Ulu.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mahakam Ulu, Anastasia Hiyang, saat menghadiri peringatan HUT WKRI ke-102 yang berlangsung di Aula Paroki Santo Ujoh Bilang, Jumat (31/7/2026). Dalam momentum tersebut, Anastasia mengajak perempuan di Mahakam Ulu terus mengembangkan kapasitas diri serta memperkuat nilai keimanan sebagai bekal menjalankan berbagai tanggung jawab di tengah keluarga maupun masyarakat.
Menurut Anastasia, perempuan menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berperan dalam membangun keharmonisan keluarga, perempuan juga memiliki ruang besar untuk memberi pengaruh positif terhadap lingkungan sosial. Penguatan kehidupan iman, menurutnya, dapat menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi tantangan sekaligus menjaga nilai-nilai kehidupan.
“Wanita-wanita yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu bisa menjadi jauh lebih baik, terutama dalam pendekatan kepada iman. Mudah-mudahan para perempuan yang sudah luar biasa ini terus menjadi teladan dan selalu menjadi yang terbaik,” ujar Anastasia.
Dorongan tersebut juga berkaitan dengan besarnya kontribusi perempuan dalam menyiapkan generasi penerus Mahakam Ulu. Anastasia berpandangan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dimulai melalui pendidikan formal di sekolah, tetapi jauh sebelumnya telah berlangsung di lingkungan keluarga.
Keluarga menjadi ruang pertama bagi seorang anak untuk mengenal berbagai nilai dasar kehidupan. Di dalam keluarga, anak belajar tentang sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, kasih sayang, hingga cara berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, sosok ibu memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter sekaligus perkembangan anak.
“Pendidikan pertama bagi seorang anak berada di dalam keluarga. Saya selalu menyampaikan bahwa surga di dalam rumah tangga adalah seorang ibu, seorang wanita. Dari merekalah lahir generasi-generasi penerus yang berkualitas,” katanya.
Anastasia menilai keteladanan seorang ibu dapat memberikan pengaruh panjang terhadap perjalanan hidup anak. Pendidikan yang diberikan melalui sikap dan kebiasaan di rumah menjadi salah satu modal awal sebelum seorang anak memasuki lingkungan pendidikan maupun kehidupan sosial yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, peningkatan kualitas perempuan dinilai memiliki hubungan erat dengan upaya membangun generasi Mahakam Ulu yang lebih baik. Perempuan yang memiliki pengetahuan, karakter kuat, serta landasan iman diharapkan mampu menjadi penggerak dalam keluarga sekaligus memberi kontribusi kepada masyarakat di sekitarnya.
Peringatan HUT WKRI ke-102 juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum organisasi perempuan Katolik tersebut dapat menjadi penguat semangat untuk terus berkarya, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap keluarga dan kehidupan sosial.
Bagi Anastasia, perempuan yang mampu menjaga nilai kehidupan dan menunjukkan keteladanan mempunyai posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Peran tersebut semakin penting ketika perubahan sosial dan berbagai tantangan kehidupan menuntut keluarga memiliki fondasi karakter yang kuat.
Ia pun berharap perempuan Mahakam Ulu terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui perannya masing-masing. Kontribusi itu dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian berkembang melalui aktivitas sosial, keagamaan, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya di masyarakat.
Momentum HUT WKRI ke-102 pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kualitas generasi masa depan turut dibentuk dari rumah. Melalui keteladanan, pendidikan keluarga, penguatan iman, dan peningkatan kapasitas diri, perempuan Mahakam Ulu diharapkan terus menjadi kekuatan penting dalam melahirkan generasi berkarakter dan berkualitas yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
