Surabaya – Kematian Diska (57) masih menyisakan tanda tanya bagi keluarganya. Pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu ditemukan meninggal setelah sebelumnya diamankan pegawai sebuah Alfamart di Jalan Tambang Boyo, Surabaya. Hingga Selasa (15/9/2026), keluarga masih menanti hasil visum dan penyelidikan rekaman CCTV yang diharapkan dapat menjadi “kunci” untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban meninggal.
Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (25/8/2026), ketika Diska disebut diamankan setelah diketahui mengambil barang di minimarket. Korban saat itu sedang berada di Surabaya karena berkunjung ke rumah keluarganya. Sebelum peristiwa terjadi, Diska bahkan disebut telah berencana melanjutkan perjalanan menuju Pontianak dan tiket keberangkatannya telah dipersiapkan oleh keluarga.
“Padahal beliau (korban) sudah saya siapkan tiket untuk pergi ke Pontianak. Tapi pagi harinya saya dapat kabar beliau meninggal di Alfamart karena ketahuan mencuri. Dan yang saya tidak habis pikir kenapa bisa sampai meninggal hanya karena mengambil dua batang keju,” kata Iwan, keluarga korban yang tinggal di kawasan Jalan Pacarkembang.
Keluarga mempertanyakan rangkaian kejadian sejak Diska diamankan hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Terlebih, menurut Iwan, hingga kini keluarga belum memperoleh penjelasan rinci mengenai aktivitas yang berlangsung di dalam gudang minimarket sebelum korban meninggal.
Iwan mengaku sempat melihat langsung jenazah Diska saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara. Dari pengamatannya, ia menyebut menemukan beberapa luka pada bagian tubuh korban. Keterangan tersebut merupakan pengamatan keluarga dan penyebab maupun asal luka masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan kepolisian.
“Saya juga sudah melihat jenazahnya di rumah sakit itu ada lubang di dagunya seperti tertusuk alat tulis, di tangan kanan dekat jari ada luka robek, dan bola matanya sebelah kiri sudah menghitam semua. Tapi saya tidak diperbolehkan ambil foto oleh petugasnya,” ungkapnya.
Temuan yang disampaikan keluarga itu membuat mereka semakin berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Keluarga meminta aparat memastikan penyebab luka serta kronologi yang terjadi sebelum kematian Diska, termasuk dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan apakah luka-luka yang disebut keluarga berhubungan langsung dengan penyebab kematian korban. Belum ada pula kesimpulan kepolisian mengenai kemungkinan adanya tindak kekerasan. Karena itu, keluarga berharap hasil visum dapat segera memberikan gambaran medis yang lebih jelas.
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Amiruddin mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi masih menunggu hasil visum dari rumah sakit sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
“Masih proses, masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ujarnya.
Ketika dimintai penjelasan mengenai kemungkinan adanya dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal, Amiruddin juga belum memberikan kesimpulan. Menurut dia, perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.
“Masih penyelidikan ya,” pungkasnya singkat.
Pernyataan tersebut menunjukkan polisi belum menetapkan penyebab kematian maupun memastikan ada atau tidaknya tindak pidana dalam peristiwa itu. Hasil visum menjadi salah satu unsur penting untuk mengetahui kondisi medis korban, sedangkan rekaman CCTV dapat membantu aparat merekonstruksi peristiwa dan mengetahui siapa saja yang berinteraksi dengan Diska sebelum meninggal.
Bagi keluarga, kejelasan itu sangat diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul setelah melihat kondisi jenazah. Mereka berharap setiap bukti diperiksa secara terbuka dan profesional sehingga tidak berkembang spekulasi yang justru membuat perkara semakin kabur.
Untuk sementara, kematian Diska masih menjadi perkara yang belum memiliki kesimpulan akhir. Keluarga menunggu jawaban mengenai luka pada tubuh korban, sedangkan kepolisian masih mengumpulkan bukti dan menunggu hasil pemeriksaan medis. Kepastian penyebab kematian baru dapat ditentukan setelah proses penyelidikan dan hasil visum memberikan dasar yang memadai.
