Jember – Seperti tabir baru yang membuka harapan, peluncuran program Gus,e Peduli Kesehatan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait SAE., MSc, mengusung khitan masal sebagai simbol awal perbaikan layanan kesehatan. Acara launching digelar hybrid pada Minggu (6/7/025) di tiga rumah sakit—RSD dr. Soebandi Jember, RSD Kalisat, dan RSD Balung—menandai langkah serius pemerintah daerah menghadapi persoalan kesehatan masyarakat, termasuk kemiskinan dan stunting.
Parade khitan masal di masing-masing rumah sakit melibatkan puluhan anak, menunjukkan seriusnya program ini digulirkan. Di RSD dr. Soebandi, khitan dilakukan untuk 65 anak; RSD Kalisat menangani 60 anak; dan RSD Balung untuk 65 anak. Di balik angka-angka tersebut, tersirat optimisme bahwa intervensi modal manusia sejak dini dapat menurunkan angka stunting dan memperkuat pondasi kesehatan generasi penerus.
Menurut Bupati Fawait, pemantauan pasca-khitan harus diperhatikan secara seksama. “Anak-anak yang dikhitan harus diawasi sampai sembuh, jangan hanya untuk pencitraan,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa program kesehatan mutlak menjadi prioritas, karena menyangkut banyak aspek layanan masyarakat—dari pengentasan kemiskinan hingga menangani stunting.
Ia menyoroti fakta keras bahwa Jember selama ini menempati posisi tertinggi dalam angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, dan ini berdampak luas termasuk layanan kesehatan.
“Angka kematian bayi kita tertinggi, belum lagi stunting ini tidak bisa kita tangani sendiri,” ungkapnya.
Pernyataan ini mengapa ia mengajak semua pihak berkolaborasi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rumah sakit, puskesmas, serta perusahaan swasta dan BUMN.
“Saya mohon bantuan kepada panjenengan semua: para dokter dan tenaga kesehatan, jajaran direktur rumah sakit dan puskesmas serta kawan-kawan dari perusahaan-perusahaan di Jember,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut penting karena berbagai masalah kesehatan di Jember—khususnya kematian bayi, ibu hamil, dan stunting—tidak mungkin ditangani sendiri pemerintah daerah. Ia bertekad untuk menjadikan layanan kesehatan sebagai sektor unggulan dalam agenda pembangunan daerah.
Program Gus,e Peduli Kesehatan pun didesain untuk tidak berhenti pada khitan massal saja, melainkan membentuk tim terpadu yang konsisten memantau dan menangani kasus kehamilan berisiko, bayi gizi buruk, serta anak stunting. Program ini juga membuka ruang partisipasi aktif dari dunia usaha guna mensinergikan dana dan sumber daya.
Ke depannya, Bupati Fawait berharap semua komponen Jember berkontribusi penuh.
“Kedepannya kita punya rencana bahwa semua pihak di Kabupaten Jember harus konsentrasi penuh membantu Pemerintah Kabupaten Jember mengatasi kemiskinan dan juga stunting,” pungkasnya menutup sesi launching.
Program inovatif ini menjadi loncatan awal untuk menata kembali pelayanan kesehatan di Jember, dari sisi preventif hingga terapeutik. Jika berjalan sukses, Gus,e Peduli Kesehatan bisa jadi model intervensi kesehatan daerah yang holistik dan menyentuh langsung akar persoalan.
Program ini memberikan gambaran bahwa aksi nyata—bukan retorika—lah yang diperlukan untuk menyehatkan masyarakat, mengurangi beban keluarga miskin, dan mencetak generasi sehat dari Jember.
